MEMAHAMI HAL YANG TIDAK DIPAHAMI

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat  ini.  (Ulangan 29:29)

Sepucuk senjata berhasil menyelamatkan seorang petugas polisi. Ia menembak seorang pria yang sedang membidikkan sebuah senapan kepadanya sambil berkata, “Waktumu telah tiba!” Petugas polisi itu berhasil menghindari bidikan itu dan menembak kepada tersangka yang berperawakan besar dan sedang mengamuk itu dengan empat tembakan. Tembakan keempat membuat si tersangka mati. Anak perempuan pria tersebut yang baru berusia 6 tahun menangis histeris di samping ayahnya yang terkapar.

Walaupun nyawanya selamat dari insiden itu, tetapi perbuatannya mencabut nyawa orang lain sangat mengganggu pikiran dan emosi petugas polisi tersebut. Berulang-ulang peristiwa penembakan yang tragis itu terbayang olehnya. Begitu juga dengan tangisan anak perempuan si tersangka yang selalu menghantuinya. Empat tahun kemudian, ia meninggalkan dinas di kepolisian, kelelahan secara jasmani dan kejiwaan.

Akhirnya ia memutuskan pergi ke gereja, di mana ia mendengar tentang kasih karunia dan belas kasihan Allah. Ia akhirnya menyadari bahwa Tuhan mengizinkan insiden penembakan itu terjadi karena alasan-alasan-Nya sendiri, dan rasa bersalah yang tak teratasi yang tiada henti tidak ada gunanya. Ia menemukan bahwa kasih Yesus dan kekuatan doa lebih besar dari senjata serta dapat memberikan kesembuhan bagi jiwanya dan memberikan pengharapan.

Saudara, kesedihan sedalam apapun tak dapat membalikkan keadaan-keadaan tragis. Namun bagi orang-orang beriman, perasaan dipelihara Tuhan dapat membantu menjelaskan hal-hal yang tak dapat dijelaskan oleh akal manusia. “Ia mengizinkannya terjadi karena alasan-alasan-Nya sendiri, dan saya tak perlu memahaminya.” Terkadang, setelah bertahun-tahun, alasan-alasanNya muncul, dan kita menjadi paham. Kalaupun tidak, kita tinggal mempercayai hikmatNya dan menerima janji-Nya untuk membereskan segalanya dengan cara terbaik. Bukankah “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat?” (Ibr. 11:1) (srs)

Doa: Tuhan Yesus, banyak hal yang tidak aku mengerti sekarang. Nyatakanlah itu dalam terang FirmanMu, agar akupun bisa memahaminya. Amin.