Jagalah Tubuhmu

Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Roma 6:13

Bila kita bertemu dengan kata daging dalam Alkitab Perjanjian Baru, maka itu menunjuk pada tubuh manusia. Tubuh manusia adalah alat yang efektif yang sering digunakan oleh iblis untuk menjatuhkan manusia. Memang iblis memulainya melalui pikiran tapi kemudian termanifestasi dalam perbuatan tubuh yang berdosa.

Itulah sebabnya Paulus lewat ilham Roh mengingatkan agar kita tidak menyerahkan anggota tubuh kita pada iblis untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. Caranya jagalah pikiran kita. Menjaga pikiran itu berarti menempatkan filter pada pintu masuk pikiran sehingga produk-produk duniawi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan tidak masuk dalam pikiran kita. Filter itu adalah firman Tuhan. Dari firman Tuhan kita tahu apa yang boleh dan yang tidak boleh.

Jagalah pikiran juga berarti kita harus melupakan semua ingatan akan kesenangan dosa yang pernah kita nikmati dulu. Ini penting sekali. Seringkali penyebab kejatuhan orang percaya dalam dosa bukanlah tawaran dari luar tetapi lebih kepada akibat bangkitnya ‘fosil-fosil’ dosa yang telah disingkirkan. Banyak orang percaya tidak benar-benar mengubur kesenangan dosa tetapi justru menyimpannya. Ketika masalah datang kesenangan dosa dijadikan tempat pelarian dan persembunyian yang aman. Sekali lagi kubur dan buang dari ingatan segala kesenangan dosa yang dulu kita nikmati. Itu hanya akan membawa kita kepada kebinasaan.

Sebaliknya ajakan Paulus supaya kita menyerahkan anggota tubuh kita pada Tuhan. Agar Tuhan dapat memakainya sebagai senjata kebenaran.  Menyerahkan anggota tubuh pada Tuhan dapat dilakukan dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan. Kemudian mengizinkan firman itu masuk ke dalam hati dan berkuasa mengendalikan kita. Kalau pikiran kita fokus pada Tuhan dan tidak dicemari oleh filsafat dunia dan kesenangan dunia lainya. Pasti otomatis kehendak kita hanyalah untuk melakukan kehendak Tuhan. Dan kehendak kita akhirnya justru menggunakan tubuh kita untuk mempermuliakan Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, aku mau jadikan FirmanMu filter untuk segala sesuatu yang akan masuk ke dalam pikiranku. Amin.