Jujur

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa. Amsal 19:5.

Ani baru saja memecahkan vas bunga kesayangan ibunya. Ia begitu takut. Ia tahu bila ibunya pulang nanti dan mendapatkan vas bunga tersebut pecah, ia pasti akan dimarahi. Ani bingung. Ani berpikir keras mencari jalan keluar agar ibunya tidak marah. Terlintas di pikirannya untuk berbohong. Tetapi akhirnya Ani menyerah. Ani memilih untuk bersikap jujur kepada ibunya. Ani sadar bila ia berbohong dan di kemudian hari ibunya tahu, ia pasti akan di hukum lebih berat lagi. Pertama karena telah memecahkan vas bunga dan kedua karena kebohongannya. 

Seringkali berbohong adalah jalan pintas yang diambil ketika kita berhadapan dengan konsekwensi. Kita tidak sadar bahwa sebenarnya dengan berbohong kita sedang menambah jumlah konsekwensi yang harus di terima. Benar, karena kesalahan yang kita perbuat kita harus menghadapi kosekwensi. Tetapi terlalu bodoh, bila kita mengambil tindakan yang justru menambah jumlah konsekwensi yang harus di terima. Belajarlah berani untuk bersikap jujur.

Hari ini karena kejujuran kita mengakui kesalahan, kita memang mendapatkan ganjarannya. Tetapi dengan bersikap jujur paling tidak ada 2 (dua) hal yang kita capai. Pertama kita terhindar dari ganjaran lain akibat kebohongan kita. Kedua kita terhindar dari perasaan tertuduh dalam hati. Lebih dari itu ketahuilah Tuhan berkenan atas hidup kita. Ia adalah Allah yang tahu mengampuni dosa umatNya. Ia mengampuni dosa kita dan memberkati kita dengan damai sejahtera.

Doa: Tuhan Yesus, aku sadar bersikap jujur itu mengandung konsekwensi. Tetapi aku mau belajar untuk bersikap jujur kepada semua orang, terlebih kepada Engkau. Amin.