Khotbah Minggu, 29 Maret 2015

PELITA & TERANG
Ayat Pokok: Mazmur 119:105
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Allah adalah Terang, di dalam Dia tidak ada kegelapan sedikitpun – 1 Yohanes 1:5.  Tritunggal Allah adalah satu-satunya Sumber Terang!  Tanpa Dia, kita akan terantuk, jatuh dan tersesat di tengah dunia yang sedang tenggelam dalam kegelapan yang kian pekat!

Pelita
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku…” 

Pelita adalah sesuatu yang kita pegang saat berjalan dalam kegelapan.  Dan agar bisa menyala, pelita perlu minyak.  

Dalam Perumpamaan tentang gadis yang bijaksana dan bodoh, ke-10 anak gadis sama-sama membawa pelita yang menyala!  Namun celaka, saat tengah malam, ketika tiba saatnya mereka menyongsong mempelai pria yang telah lama mereka nantikan kedatangannya, lima orang gadis kehabisan minyak!  Akibatnya, pelita mereka mati, dan pintu ke ruang perjamuan kawin tertutup rapat bagi mereka – Matius 25:1-13.

Amsal 6:23-29 mencatat tentang bahaya berjalan dalam kegelapan malam, tanpa pelita: jatuh antara lain ke dalam dosa!

Terang
“Firmanmu itu … terang bagi jalanku.” (Bahasa Inggris: “Your word is… a light to my path = jalan, lintasan).

Pemazmur tak lagi bertumpu pada cahaya dari pelita yang dipegangnya.  Ia kini sepenuhnya bergantung pada terang yang menerangi jalan yang tengah ditempuhnya. 

Dibandingkan pelita, jangkauan cahaya yang terpancar dari terang jauh lebih luas!  Pelita menerangi langkah kaki, sedangkan Terang menerangi jalan yang tengah kita tempuh.  Beda peruntukkan, namun tujuannya sama: menuntun saudara dan saya tetap berjalan di jalan yang benar sampai tiba di ujung perjalanan.

Firman Allah = Pelita & Terang
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Firman yang ada dalam saudara dan saya harus bertumbuh: dari Pelita menjadi Terang!  Tak lagi sekedar berfungsi sebagai penuntun bagi langkah kaki agar tak terantuk dan jatuh dalam dosa, tetapi sebagai penerang bagi jalan -> memastikan kita ada di jalan/lintasan yang benar!

Masa muda adalah masa terindah.  Namun segala sesuatu harus dipertanggung-jawabkan – Pengkhotbah 11:9.  Lalu dengan apa seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?  Agar tak jatuh dalam dosa?  Dengan menjaganya sesuai dengan Firman Allah – Mazmur 119:9!

“Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh” – Filipi 3:16.

Pegang erat Firman Allah, renungkan siang dan malam, maka perjalanan hidup saudara dan saya akan berhasil dan kita akan beruntung – Yosua 1:8.  Haleluya!

Kiranya Firman Allah yang ada dalam kita terus bertumbuh sampai fajar menyingsing; sampai sang Bintang Timur, yaitu Tuhan Yesus datang kembali!  “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi.  Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikan-nya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu” – 2 Petrus 1:9.

Allah adalah Terang.  FirmanNya adalah Terang.  Dan Firman itulah satu-satunya senjata ampuh penangkal dosa!  Pegang Firman Allah di atas segalanya, maka saudara dan saya akan bertahan berjalan dalam kegelapan malam yang kian kelam, sampai kita bertemu Tuhan muka dengan muka!  Haleluya!  Tuhan Yesus memberkati saudara!