Khotbah Minggu, 26 April 2015

KUASA DARAH YESUS
Ayat Pokok: Ibrani 10:1-11
Oleh: Pdt. Elia Felix Fernando, Chicago
 
Ayat-ayat ini membandingkan beberapa hal.  Antara Hukum Taurat yang hanya merupakan bayangan akan keselamatan vs hakekat dari keselamatan itu sendiri. Antara semua korban yang dipersembahkan terus menerus di bawah Hukum Taurat vs korban Yesus yang hanya satu kali!  Antara korban yang bisa vs yang tidak bisa menghapus dosa.  Antara korban yang berkenan vs yang tidak lagi berkenan dan dikehendaki Allah!

Persembahan Yang Sempurna
“Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”

Yesus adalah persembahan yang sempurna!  Satu kali untuk selama-lamanya! Tak perlu lagi membawa berbagai macam korban setiap tahunnya.  Itulah satu-satunya korban yang dikehendaki dan berkenan kepada Allah – bukan korban bakaran atau korban penghapus dosa.

“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya” – Yesaya 53:7.

Tentang Yesus, Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” – Yohanes 1:29.

Kuasa Darah Yesus
Darah yang tercurah 2000 tahun lalu adalah Darah Allah sendiri!  Saudara dan saya diperolehNya dengan DarahNya – Kisah Para Rasul 20:28. 

DarahNya berkuasa memperdamaikan saudara dan saya dengan Allah.  DarahNya berkuasa menebus dan menyucikan dosa seisi dunia!

Ketika darahNya tercurah di bukit Golgota dan Ia menyerahkan nyawaNya, Iblis bersorak – mengira telah mengalahkan Yesus!  Namun, ketika tiga hari kemudian Ia bangkit dari antara orang mati, Ia membuktikan bahwa maut sama sekali tak berkuasa atasNya!

Demikianlah kelak saat sangkakala terakhir berbunyi, mereka yang telah mati dalam Tuhan akan dibangkitkan, dan berkata… “… Hai maut di manakah kemenanganmu?  Hai maut, di manakah sengatmu?…” – 1 Korintus 15:53-56.  Puji Tuhan!

Apakah kesulitan menghimpit hidupmu?  Mari, tetap percaya!  Tetap setia!  Jangan sia-siakan korban Yesus di atas kayu salib!  Dan ingat, hari bahagia itu akan segera tiba! 

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”  Haleluya!
Tuhan Yesus memberkati!