Khotbah Minggu, 27 Desember 2015

HABEL
Ayat Pokok: Ibrani 11:4
Oleh: Pdt. Bram L. Pongoh
 
Hari ini adalah minggu ke–52 dalam tahun 2015.  Artinya, ini kali yang ke-52 kita beribadah.  Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata ibadah/kebaktian sebagai: “perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah…”

Dengan kata lain, mengikuti kebaktian bukan sekedar ‘mendengar’ Firman, melainkan berperan aktif; melakukan sesuatu sebagai wujud nyata bakti kita kepada Allah: membawa persembahan pujian, hati, hidup, waktu, dan harta.

Habel
Habel menduduki peringkat teratas dalam daftar pahlawan/saksi iman.  “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain.  Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati” – Ibrani 11:4.

Arti nama Habel:

  • Singkat: memang ternyata usia Habel amat singkat;
  • Uap: hidupnya bagai uap yang sebentar ada, lalu lenyap.  “Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.  Apakah arti hidupmu?  Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” – Yakobus 4:14.
  • Kosong, Tak Berarti: Habel adalah imam Tuhan pertama yang mempersembahkan korban darah domba.  Meski namanya berarti “tidak berarti”, sesungguhnya Habel telah mempersembahkan korban yang sangat berarti dan berkenan kepada Tuhan! 

Habel tahu memberikan yang terbaik kepada Allah: korban darah domba.  Darah yang tercurah di atas mezbah merupakan nubuatan akan kematian Yesus di atas kayu salib.

Rahasia Korban Habel
Alkitab mencatat, Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain…”

Karena iman yang besar, Habel tahu mempersembahkan korban yang terbaik.  Kalau Kain mempersembahkan hasil tanah, Habel mempersembahkan lemak anak sulung kambing dombanya – Kejadian 4:3-4.

Korban yang menyenangkan hati Allah.  Setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah memberikan kulit binatang sebagai ganti daun pohon ara yang digunakan untuk menutupi ketelanjangan mereka.  Berkaca dari pengalaman pahit orangtuanya, Habel belajar dan sampai pada kesimpulan tentang korban yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan. 

“Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya  itu” – Kejadian 4:4.

Korban Yang Lebih Baik
Korban Habel lebih baik dari korban yang dibawa Kain.  “A more excellent sacrifice” = korban yang lebih baik; lebih unggul; lebih sempurna!

Dalam bahasa Ibrani, kata “mempersembahkan” berarti:

  1. Karab = mendekati, mendatangi, memberikan.  Atau, dalam posisi mendekatkan, merapatkan, menyatukan diri dengan Tuhan.
  2. Kirbah = mendekat untuk menyembah.  Bukan sekedar mendekat untuk bertemu, melainkan duduk di bawah kaki Tuhan; menyembah Dia.

Karena mempersembahkan korban yang lebih baik, maka Tuhan mengindahkan:

  1. Habel; dan
  2. Korban persembahannya. Kejadian 4:4.

Iman Habel mendorongnya mempersembahkan korban yang terbaik bagi Allah.  Iman Habel mengajar kita untuk menjadi lebih baik, lebih berkualitas, lebih unggul, lebih menyenangkan hati Tuhan di tahun 2016 mendatang.

Mari persembahkan korban yang jauh lebih baik dari korban binatang.  Persembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah – Roma 12:1.  Haleluya!

Selamat Mengakhiri Tahun 2015 dan Selamat Menyongsong Tahun 2016 bersama Tuhan!