Ahli Waris Sesuai Pengharapan Hidup Kekal

Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. (Titus 3:7)

Umumnya hampir setiap orang yang berada, sebelum meninggal dunia telah membuat suatu surat warisan. Surat tersebut dibuat di depan notaris serta beberapa saksi di mana dituliskan siapa-siapa yang berhak menerima harta peninggalan pusaka itu. Namun meskipun dalam surat warisan sudah ditentukan siapa-siapa yang berhak menerima pusaka peninggalan itu, dalam kenyataannya masih saja terjadi keributan-keributan, pertengkaran-pertengkaran bahkan pembunuhan di antara para ahli waris tersebut.

 

 

Selain itu karena warisan pula, tali persaudaraan dapat mudah putus. Begitu dahsyatnya pengaruh uang serta kekayaan dalam hidup manusia sehingga tepatlah apa yang dikatakan, bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang (I Timotius 6:10). Memang seringkali, sadar atau tidak, kita diperbudak oleh uang. Uang adalah sarana yang biasa kita pergunakan, demikian juga dengan alat-alat atau benda-benda peninggalan orang tua kita. Sungguh menyedihkan, bahwa kerapkali bukan kita mempergunakan uang atau benda itu, tetapi sebaliknya uang dan kekayaan materi yang memperbudak kita.

Warisan pada dasarnya adalah pernyataan kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Allah Bapa kita yang Maha Kaya pun menyediakan bagi kita warisan yang indah dan kekal di sorga. “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, … .” (Roma 8:17). “ …; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah melalui Kristus (through Christ).”  – Galatia 4:7. Dalam terjemahan yang tepat dari ayat emas kita di atas, dinyatakan bahwa, “sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, kita akan menjadi ahli waris sesuai pengharapan hidup kekal.” Gothe berkata, “Lebih baik berharap daripada putus asa.” (nvdk)

Doa: Pengharapanku akan hidup kekal bersamaMu di sorga mulia. Amin.