Khotbah Minggu, 22 Mei 2016

APAKAH ARTI HIDUPMU ?
Ayat Pokok: Yakobus 4:14b
Oleh: Pdm. Ronald Tamba

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Ketika Adam dan Hawa diciptakan, Allah tidak memberikan batas umur, tetapi Tuhan memberikan peringatan dan perintah. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej 2:16-17). Tetapi ternyata manusia lebih menaati diri sendiri daripada menaati perintah Tuhan. Akibat melawan Tuhan, manusia jatuh dalam dosa, dan terjadilah waktu (batasan umur). Pemazmur katakan umur manusia 70 tahun, kalau kuat 80 tahun. Karena begitu singkat hidup ini, digambarkan seperti uap.

Di sini kita diajarkan supaya kita memahami dengan benar apa arti hidup. Ada orang-orang yang hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri (Flp 2:1-2) dan ada orang-orang yang hanya fokus pada kekayaan jasmani (Why 3). Dan ada juga orang yang hidup hanya untuk menggemukkan diri (1 Sam 2: 27-29). Namun Rasul Paulus mempunyai pandangan yang berbeda terhadap hidup ini, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. …” (Flp 1:21-22). Memberi buah artinya menjadi berkat bagi orang lain.

Apa arti hidup ini ?
Hidup ini ada batasannya, dan kita harus memahami batasan-batasan itu. Raja Saul, ketika diperhadapkan pada keadaan dimana rakyat berserak-serak meninggalkan dia (1 Sam 8:13), ia berkata, “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu. Lalu ia mempersembahkan korban bakaran” (ay. 9). Akibatnya, “Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu” (1 Sam 13:14). Kita harus memahami sampai dimana kuasa yang dipercayakan kepada kita. Punya kuasa bukan berarti kita boleh melakukan apa saja. Seorang raja sekalipun ada batasan-batasan yang Tuhan tetapkan. Jadi bila kita dipercayakan suatu kekuasaan, ingatlah bahwa kekuasaan yang dipercayakan itu ada ketentuan dan batasan yang tidak boleh dilanggar. Pergunakanlah hidup yang singkat ini dengan cara yang benar.

Hidup ini hanya sementara
Hidup di dunia hanya sementara, sedangkan di sorga tidak ada batas masa berlakunya. Mari kita tentukan apa arti hidup kita; apakah mencari kepentingan diri sendiri atau mencari kepentingan Kristus? Markus 9:42-48 katakan bahwa bila tanganmu menyesatkan engkau, buang! Bila mata kita mempunyai cara pandang yang salah, buang! Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol 3:2). Kalau kita melakukan apa yang Tuhan inginkan “Ketahuilah, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman (Mat 28:19-20). Mari pergunakan hidup ini dengan sebaik-baiknya untuk melayani Tuhan.
 
Haleluyah!   Tuhan Yesus memberkati saudara!