Secara Pribadi

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Lukas 15:10)

Selama pelayanan-Nya yang singkat di dunia ini, yakni sekitar tiga setengah tahun, Yesus menggunakan banyak waktu untuk mengajar serta menyembuhkan orang sakit. Meskipun Yesus berkhotbah kepada orang banyak dan dikelilingi oleh orang banyak, namun Dia juga menyempatkan diri untuk melayani pria, wanita maupun anak-anak secara pribadi.

Suatu hari, ketika rumah ibadat di Kapernaum dipenuhi oleh orang-orang yang ingin mendengarkan perkataan dan ajaran-Nya, Yesus berhenti untuk memberikan perhatian kepada seorang yang sakit yang diturunkan lewat atap (Markus 2:1-12). Pada peristiwa lain, Yesus memilih seorang laki-laki bertubuh pendek yang memanjat pohon ara agar dapat melihat-Nya di antara kerumunan orang. Yesus berhenti, memandang ke atas, dan berkata,”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang dirumahmu” (Lukas 19:5). Yesus juga pernah bertemu dan berbincang-bincang dengan seorang perempuan Samaria yang secara sosial dianggap sampah masyarakat dan dikucilkan oleh tetangganya. Di mana akhirnya perempuan Samaria ini justru memenangkan kota bagi Tuhan (Yohanes 4:39-42).Yesus juga meluangkan waktu untuk bersama dengan orang-orang secara pribadi, mengajar mereka, membimbing mereka, dan menantang mereka untuk percaya kepada-Nya (Yohanes 3:1-21).

Saudaraku, jangan pernah meremehkan nilai kesaksian dari pribadi ke pribadi. Sekalipun kelihatannya sederhana atau mungkin tidak berarti di mata manusia. Sebagai anak-anak Allah, kita seharusnya bersukacita dalam melakukan berbagai tindakan kasih bagi Tuhan dan sesama. Apapun yang kita lakukan, baik pekerjaan besar atau yang sederhana seperti mungkin hanya menjadi teman ngobrol dari rekan atau saudara anda yang sedang depresi. Mungkin hanya sekedar membesuk rekan yang sedang sakit, atau sekedar mencarikan pekerjaan buat teman anda yang sedang menganggur, atau sekedar menemani rekan saudara yang tengah kehilangan orang yang dikasihinya, dan sebagainya. Jika Anda pernah meragukan nilai dari kesaksian pribadi Anda, ingatlah akan teladan Yesus dan apa Dia ucapkan dalam Lukas 15:10, ”Ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”  (se)

Doa: Tuhan, terima kasih, karena Engkau telah berkenan menghampiriku secara pribadi. Ajarku juga untuk melakukan seperti yang telah Kau lakukan. Memandang bahwa satu jiwa itu sangatlah berharga di mata-Mu. Sehingga aku tidak memandang remeh pelayanan secara pribadi. Amin.