Khotbah Minggu, 26 Februari 2017

ALLAH PEDULI
Ayat Pokok: Matius 10:29-31
Oleh: Pdt. David Aritonang
 
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit?  Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.  Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.  Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Burung Pipit
Meski merupakan hewan kecil yang dijual amat murah, burung pipit tidak luput dari perhatian Tuhan!  Secara khusus Alkitab mencatat, seekorpun tidak akan jatuh ke bumi, jika Tuhan tidak menghendakinya

Jika Allah yang Maha Agung dan Besar begitu peduli dan memperhatikan burung pipit yang dijual orang dua ekor seduit – bahkan lima ekor dua duit (Lukas 12:6), terlebih lagi saudara dan saya!  Inilah inti pesan yang hendak disampaikan Tuhan kepada murid-muridNya: saudara dan saya!

Tantangan, ujian, gempuran bisa datang mengepung, tapi percayalah, saudara dan saya jauh lebih berharga dari burung pipit!  Dia sangat mempedulikan saudara dan saya!  Haleluya!

Meragukan Tuhan
Ketika menghadapi cobaan dan pergumulan berat, manusia kerap meragukan penyertaan Tuhan. Saat jawaban dan pertolongan Tuhan tak kunjung tiba, kita mulai “curiga” – “jangan-jangan Tuhan telah meninggalkan dan tak peduli lagi.”

Bangsa Israel kenyang bukan sekedar menyaksikan tetapi mengalami sendiri pimpinan, pertolongan dan mujizat Tuhan yang luar biasa dahsyat.  Namun ketika menderita sengsara dalam pembuangan di Babel, “Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku” – Yesaya 49:14.

Saat diterpa angin taufan yang sangat dahsyat, dan perahu mulai penuh dengan air, murid-murid menjadi amat panik.  Mereka segera bergegas membangunkan Yesus yang tengah tidur di buritan, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”  Setelah menghardik angin dan danau, Yesus pun berpaling kepada murid-murid, “Mengapa kamu begitu takut?  Mengapa kamu tidak percaya?” – Markus 4:35-40.

Allah Sungguh Peduli
Berkaca pada dua contoh di atas, percayakah saudara kalau adakalanya Allah “melupakan”, atau, lebih ekstrim lagi “meninggalkan” saudara dan saya?  

Bukankah tepatnya, manusialah yang kerap melupakan Allah?  Dan baru “sadar” dan “ingat” Tuhan ketika dihempas angin taufan dan menghadapi jalan buntu?

Jangan beri ruang bagi Iblis untuk memperdaya saudara!  Aminkan dan pegang teguh jaminan Tuhan bagi setiap saudara dan saya:

  1. Yesaya 49:15-16 – “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?  Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.  Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.”
  2. Ulangan 31:6 – “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” 
  3. Yohanes 15:13 – “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” 

Bahkan nyawaNya rela Ia serahkan demi keselamatan saudara dan saya.  Masakan Ia menutup mata dan tak peduli pada keperluan kita yang lain? Tuhan Yesus mengasihi dan sangat mempedulikan saudara!