Jagalah Hatimu

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Kita sering menjaga kesehatan tubuh kita, dengan mengontrol gula darah, tekanan darah, denyut jantung, kolesterol, dll. Kita selektif terhadap apa yang kita makan dan minum, tujuannya supaya kita panjang umur dan sehat. Untuk menjaga keamanan rumah, kita pagari rumah kita dengan tembok yang tinggi, diberi kawat berduri, dipasangi CCTV, dlsb. Bahkan yang mampu mempekerjakan Satpam yang siap berpatroli keliling rumah demi melindungi seisi rumah dari tindak kejahatan. Uang dan harta kitapun kita jagai dengan menyimpannya di bank, membeli asuransi, dan membeli banyak surat-surat berharga lainnya di pasar modal. Banyak hal kita lakukan untuk menjaga harta kekayaan kita, menjaga keluarga kita, menjaga rumah kita, dan menjaga kesehatan tubuh kita, tapi sayangnya seringkali kita melupakan untuk menjaga hati kita.

Firman Allah mengatakan: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Melalui ayat ini Tuhan mengingatkan agar kita dapat memelihara hati kita dengan segala kewaspadaan. Dalam King James Version dikatakan: “Keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of life.” Diterjemahkan: “Peliharalah hatimu dengan segala kerajinan, karena dari situlah terpancar urusan-urusan kehidupan.” Ada Alkitab versi lain yang menyalinnya begini: “Jagalah hatimu terlebih dari segala apa yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala macam mata air hidup.” Jadi kita harus rajin menjaga dan memelihara hati kita dengan segala kewaspadaan. Bahkan menjaganya lebih dari apapun yang patut kita jaga.

Ternyata urusan kekayaan timbul dari hati, urusan kasih sayang itu timbul dari hati, masalah keluarga juga timbul dari hati, demikian juga masalah bisnis, pergaulan, perbuatan kita dan lain-lain. Seorang anak Tuhan harus dapat menjaga hatinya dengan segala kewaspadaan. Kalau kita tidak dapat menjaga hati kita, maka hati kita akan dipermainkan oleh iblis. Hati kita akan dicondongkan kepada dunia. Hal itu dapat menyebabkan kita kehilangan berkat Tuhan, jaminan pemeliharaan Tuhan, kerukunan dalam keluarga, dlsb. Hati adalah sumber kehidupan. (wb)

DOA :“Roh Kudus, bantulah aku agar dapat menjaga hatiku dari semua yang dapat menodainya. Aku ingin agar hatiku bersih dan hanya tertuju kepada Tuhan sebagai sumber kehidupanku. Amin.”