Berpegang kepada Firman Allah

“Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” (2 Timotius 1:13)

H ari-hari ini ketika kita menyaksikan tayangan di televisi dan membaca berita di koran isinya banyak mengenai berbagai wabah penyakit, bencana alam, kejahatan dan hal-hal buruk yang terjadi. Belum selesai dengan bencana banjir di Jakarta dan Bekasi, kita dikejutkan dengan banjir bandang dan longsor yang terjadi di Lebak, Banten. Bencana tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Ini membuat kita merasa takut dan ngeri. Kita kehilangan damai sejahtera.

Namun ketika membaca dan mendengar firman Allah, iman kita dikuatkan. Kitab Roma 10:17 berkata, “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Firman Allah berbeda dengan berita-berita di televisi dan koran. Firman Allah adalah berita sukacita atau kabar baik. Orang yang mendengarkan dan menerima berita firman Allah bersukacita, sebab firman Allah mendatangkan iman kepada Kristus. Iman yang akan menyelamatkan hidup manusia kini dan nanti.

Dari ayat pokok, kita mengerti rasul Paulus telah memberitakan firman Allah kepada jemaat yang digembalakan oleh Timotius, anak rohaninya. Paulus ingin agar mereka memegang firman Allah. Maksud dari memegang firman Allah adalah mengerti, lalu menerima dan menyimpan firman Allah itu di dalam hati serta percaya kepada firman Allah yang telah diberitakan oleh Paulus. Ketika mereka memegang firman Allah maka hidup mereka akan terpelihara dalam kasih karunia Allah. Apapun boleh datang, tetapi mereka yang hidupnya terpelihara dalam kasih karunia Allah akan diluputkan dan dilepaskan dari berbagai cobaan hidup dalam dunia ini.

Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita berpegang kuat kepada firman Allah. Jangan goyah dan melepaskan firman Allah dari kehidupan kita apapun tantangannya. Dengan demikian maka kita akan dimampukan menghadapi gelora zaman. Kita dapat menyingkirkan keresahan dan ketakutan. Kita bisa menjadi tenang karena kita tidak dibiarkan sendirian. Tangan Tuhan selalu ada bagi kita. (ymk)

DOA : “Ya Tuhan Yesus, biarlah aku tetap berpegang kepada firman-Mu seumur hidupku, baik dalam suka ataupun dalam duka. Amin.