Sikap Hati Terhadap Berkat Tuhan

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 64-66

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itupun karunia Allah. (Pengkhotbah 5:18)

Tidak semua kekayaan secara jasmani merupakan berkat Tuhan. Dengan bekerja keras bisa saja orang menjadi kaya, bahkan iblis pun mampu membuat orang menjadi kaya raya. Namun itu tidak berarti bahwa umat Tuhan tidak boleh menjadi kaya. Sebab Tuhan bukan saja ingin memberkati umat-Nya, tetapi Ia juga ingin memberikan kuasa kepada kita untuk dapat menikmatinya.

Oleh karena itu apabila menerima berkat kekayaan dari Tuhan dan bisa menikmatinya, firman Tuhan mengajar kita agar: Pertama, menyadari bahwa semua kekayaan kita adalah karunia atau pemberian Tuhan (Ulangan 8:17-18). Jangan ada yang berkata dalam hati, itu karena kekuatan tanganku, atau karena kekuasaanku. Ingat, Tuhanlah yang memberi kekuatan untuk memperoleh kekayaan itu. Kedua, tidak menjadi kikir dan terikat kepada berkat kekayaan tersebut (Amsal 11:24-25). Ini tidak berarti Alkitab mengajar kita untuk hidup secara boros. Menghemat secara luar biasa yang dimaksud Alkitab adalah kikir dan sifat itu juga harus dijauhkan dari kita. Ketiga, tidak tamak terhadap kekayaan (Lukas 12:15). Tuhan Yesus sendiri menasihati kita untuk tidak tamak. Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu, tetapi dari Tuhan. Keempat, tidak mengandalkan kekayaan sebagai sumber kebahagiaan (1 Timotius 6:10). Artinya jangan cinta uang, sebab cinta uang adalah akar segala kejahatan. Kelima, belajar mencukupkan diri dengan berkat yang kita terima dari Tuhan (Ibrani 13:5). Artinya jangan menjadi hamba uang. Jangan hidup hanya mengejar uang, tapi belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Keenam, mengerti maksud Tuhan dalam memberkati kita, yaitu diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama (Kejadian 12:2).

Tuhan memberkati umat-Nya bukan saja agar mereka menikmati berkat tersebut untuk diri sendiri, namun juga agar mereka dan kita dapat menyalurkan berkat Allah, yaitu keselamatan kepada orang lain. Itulah sebabnya Allah memberkati Abraham dan menjadikannya sebagai berkat bagi bangsa-bangsa. Kiranya kitapun juga diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. (ymk)

DOA : “Tuhan Yesus, terimakasih telah memperingatkan dan mengajarkanku untuk mengelola berkat-berkat-Mu. Ketika aku diberkati aku ingin menjadi berkat bagi orang lain. Amin.”