Be Still

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi! (Mazmur 46:11)

Sekolah dari rumah, bekerja dari rumah dan segala hal yang dikerjakan dari rumah, mungkin sudah menjadi begitu membosankan bagi sebagian orang. Di masa-masa PSBB yang lalu, ketika mall, cafe, fitness Center serta beragam tempat hiburan dan wisata tutup selama beberapa bulan, masyarakat seperti dipaksa untuk diam, diam di rumah atau tempat tinggal masing-masing. Di saat-saat seperti itu, banyak orang yang membuat status: “Kapan lagi kita bisa nongkrong bareng sambil ngopi-ngopi, nih?” Ada banyak status lainnya yang bernada sama. bukan?

Saudara, masih ingatkah Anda bahwa di masa-masa lalu, ketika kita masih bebas ke sana-sini tanpa pembatasan ini-itu, kita bangun sepagi mungkin untuk mengejar lalu-lintas yang masih lancar? Sorenya, saat jam kerja sudah usai, kemacetan di depan kantor membuat kita sengaja menunggu hingga malam menjelang. Sesampainya di rumah, mungkin keletihan membuat kita tak selera lagi untuk duduk-duduk menemani orang-orang rumah. Kita segera pergi tidur. Dan esok paginya, rutinitas yang sama berulang kembali. Terkadang hari libur dan weekend pun terpaksa kita isi dengan kesibukan di kantor atau mengikuti seminar bisnis, untuk menambah penuh pundi-pundi kita. Dan akhirnya, kita lupa untuk memberi waktu buat duduk diam di bawah kaki Tuhan. Doa-doa yang kita panjatkan setiap hari mungkin tak lebih dari lima menit, dan isinya terdengar tak jauh berbeda dengan laporan serta proposal.

Mari, Saudaraku, berhentilah sejenak dari segala kesibukan harian kita. Cobalah untuk mengevaluasi lagi, apakah kita sudah kehilangan tujuan hidup yang mulia? Bukankah kita semua akan “berhenti” pada waktunya dan kembali kepada-Nya? Lalu mengapa kita begitu sibuk hanya untuk mengejar hal-hal duniawi? Mari, sediakan lagi waktu setiap hari untuk saat teduh di bawah kaki Yesus. Mendengar suara-Nya lewat bacaan ayat-ayat Alkitab, bercerita kepada-Nya dalam doa-doa pribadi kita dan menikmati kasih-Nya dalam penyembahan kita. Tahukah Anda, Tuhan Yesus begitu merindukan datangnya kita kepada-Nya. Dia bahkan mencari kita untuk melimpahkan cinta-Nya (Yehezkiel 34:16). Oh, haleluya! (em)

DOA : “Besarlah kasih-Mu, ya Bapa, dan agunglah cinta-Mu, ya Yesus. Tenangkanlah jiwaku, ya Roh Kudus, agar tiap hari dapat kunikmati sayang-Mu, dalam indah-Nya hadirat-Mu. Amin.”