Utusan Allah

Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. (Maleakhi 1:1)

Kitab Malekahi merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang termasuk dalam kitab nabi-nabi kecil. Kitab ini merupakan kitab terakhir dalam Perjanjian Lama. Kitab Maleakhi juga menjadi kitab terakhir dari kitab nabi-nabi kecil. Hal ini menyebabkan Maleakhi dianggap sebagai suara yang terakhir di Perjanjian Lama.

Arti nama dari Maleakhi adalah utusan Allah. Hal ini sesuai dengan karakternya dalam membawakan suara Tuhan kepada orang-orang Israel pada waktu itu. Maleakhi tampil sebagai utusan Allah yang menyampaikan isi hati Allah kepada umat-Nya. Allah mengutus nabi Maleakhi karena ada kemerosotan rohani yang begitu dalam setelah masa pembuangan. Kemerosotan rohani itu dapat dilihat dari setiap berita yang disampaikan oleh nabi Maleakhi, di antaranya perihal korban yang cacat (1:6-14), para imam yang korup dan tidak lagi menghormati Tuhan (2:1-9), kawin campur (2:10-16), tidak membayar persepuluhan (3:6-12), dan tidak mau beribadah kepada Tuhan (3:13-18).

Saat Maleakhi menulis, orang Israel paska pembuangan mengalami kesusahan dan kemunduran rohani. Mereka menjadi sinis, meragukan kasih serta janji-janji Allah, menyangsikan keadilan-Nya dan tidak percaya lagi bahwa ketaatan kepada perintah-Nya itu berguna dalam segala hal. Tetapi dengan cara yang sederhana, terus terang dan tegas dalam tulisannya, Maleakhi melukiskan pertemuan antara Allah dengan umat-Nya. Maleakhi juga membeberkan segala kesalahan mereka, supaya mereka bertobat. Memang tidak enak ketika ada seseorang membeberkan dengan gamblang segala kesalahan kita walaupun ia bermaksud baik. Tetapi inilah yang dilakukan oleh Maleakhi kepada seluruh orang Israel, dengan maksud supaya mereka kembali dan bertobat kepada Allah dari segala jalan-jalan mereka yang salah di hadapan Allah.

Di akhir zaman ini, Tuhan pun akan menghadirkan karakter Maleakhi melalui hamba-hamba-Nya yang diurapi untuk membawa umat Tuhan ke dalam jalan-jalan yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, kita harus mempunyai kerendahan hati, ketulusan dan siap untuk dikoreksi, supaya keadaan kita menjadi baik dan terus dalam kehendak-Nya. (aa)

DOA : “Tuhan Yesus, berbicaralah kepada hidupku. Aku siap untuk meninggalkan dosa dan kejahatanku. Aku mau hidup berkenan kepada-Mu. Amin.”