Ringkasan Khotbah

Khotbah Minggu, 27 November 2016

TETAP DI DALAM DIA
Ayat Pokok: Kolose  2:6
Oleh: Pdt. Jesaya Pingastono, Singosari

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.
Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.”
 
Untuk bisa menerima Kristus Yesus, orang harus terlebih dulu percaya dengan sungguh.  Dan untuk percaya, orang perlu iman.  Sebab, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” – Ibrani 11:1.  Iman datang dari pendengaran akan Firman Allah.  Puji Tuhan!  Saat ini saudara dan saya tengah mengambil bagian terbaik dalam hidup: menyimak pemberitaan Firman Tuhan!

Khotbah Minggu, 20 November 2016

KETURUNAN ILLAHI
Ayat Pokok: Kejadian 1:26 ~ Kejadian 2:1
Oleh: Pdt. Jefry Rengkung ( Merauke Papua )
 
alam ciptaanNya yang terakhir, Allah Semesta Alam menghadirkan rupa dan gambarNya.  Allah menghendaki wujud dan gambarNya bisa dilihat dalam diri manusia.  Namun di kemudian hari, Dia malah “menyesal” telah menjadikan manusia.  Mengapa?  Sebab manusia berbuat jahat; menjauh dari jalan Allah; mengikuti nafsu dan kehendak sendiri.  Dan Alkitab mencatat, “hal itu memilukan hati-Nya” – Kejadian 6:1-6.

Penyesalan Tuhan terhadap manusia kemudian dinyatakanNya dalam air bah yang memenuhi seluruh bumi dan menghapuskan keturunan manusia!  

Khotbah Minggu, 13 November 2016

MERENDAHKAN DIRI
Ayat Pokok: Markus 9:30-34
Oleh: Pdt. Bram L. Pongoh
 
Yesus dikerumuni orang banyak adalah pemandangan biasa!  Kemana pun Ia pergi, orang berbondong-bondong mengikut Dia.  Menjadi tidak biasa ialah ketika Markus secara khusus mencatat, saat melewati Galilea dalam perjalanan ke Kapernaum, “... Yesus tidak mau hal itu diketahui orang.”  Mengapa?  “Sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya...”

Khotbah Minggu, 6 November 2016

MENJADI ANAK RAJA
Ayat Pokok: 2 Samuel 4:4; 2 Samuel 9:1-13
Oleh: Pdt. Jay Zynn, USA
 
Sebagai putera sulung, Yonatan adalah pewaris takhta kerajaan Israel.  Ia dicatat sebagai pahlawan perang yang tangkas dan gagah berani.  Berbeda dengan Saul, ayahnya, yang sangat membenci Daud, Yonatan adalah sahabat karib Daud.  Ia membela Daud; berupaya membujuk ayahnya agar mengurungkan niat untuk membunuh Daud.  Ia mengasihi Daud seperti mengasihi dirinya sendiri.  Ia bahkan membantu Daud melarikan diri, dan mengikat janji dengannya.

“... berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri...  Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud: ... Tetapi jika aku sudah mati, janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya...” – 1 Samuel 18:1-3; 1 Samuel 20:14-15.

Khotbah Minggu, 30 Oktober 2016

KEBAHAGIAAN SEJATI
Ayat Pokok: Amsal 3:17-18
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

“Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.  Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.”
 
Memiliki kebahagiaan dan kepuasan hidup yang sesungguhnya adalah dambaan setiap manusia.  Sejak muda orang berlomba-lomba mengejar untuk meraih mimpi, cita-cita dan ambisi – menghalalkan segala cara, kalau perlu! 

Siapakah orang berbahagia, yang jalannya penuh bahagia dan sejahtera semata-mata?  Orang itu ialah orang yang mendapat hikmat, yang memperoleh kepandaian”!  Keuntungannya melebihi perak ataupun emas; ia lebih berharga dari permata – Amsal 3:13-16.  Haleluya!

Khotbah Minggu, 23 Oktober 2016

PEKERJAAN ALLAH HARUS DINYATAKAN
Ayat Pokok: Yohanes 9:1-3
Oleh: Pdt. Yohanes Praptowarso, GPdI Seoul & Ungaran
 
Kelahiran seorang bayi yang sehat dengan fisik sempurna, selalu membawa sukacita dan ucapan syukur dalam keluarga.  Namun sebaliknya yang terjadi, jika bayi lahir dalam keadaan tidak sempurna!  Melihat seorang yang buta sejak lahir, spontan murid-murid bertanya, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”

Demikianlah manusia selalu mencoba mencari tahu penyebab kesalahan.  Namun puji Tuhan, Yesus selalu ada untuk memberi solusi dari setiap persoalan!  JawabNya, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”

Khotbah Minggu, 16 Oktober 2016

BERAKAR KE BAWAH, BERBUAH KE ATAS
Ayat Pokok: Yesaya 37:31-32
Oleh: Pdt. Lily Rahardjo (GPdI Bulaksere) Cibubur

Saya yakin saudara bukan jemaat yang baru ditanam, bukan pula baru bertumbuh, melainkan jemaat yang sudah berakar ke bawah, berakar jauh ke dalam.

Kekuatan sebuah pohon dapat tumbuh tegak ke atas kalau akarnya merambat jauh ke bawah. Dengan akar begitu dalam ke bawah maka pohon dapat menyerap makanan yang paling bersih di dalam tanah dan menghasilkan buah terbaik. Dengan kata lain, buah-buahnya dapat dinikmati orang sekitar, bukan hanya di lingkungan jemaat Tuhan tetapi sampai ke seluruh daerah, ke mana pun buah itu dibawa.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)