Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Saat Tuhan Hanya Memperlihatkan

Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana." Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. (Ulangan 34:4b-5)

Orang bilang, yang namanya cita-cita bisa lebih dari satu. Tapi soal tercapai atau tidaknya, itu lain cerita. Apalagi kalau cita-cita itu diangankan saat kanak-kanak. Bukankah banyak dari antara kita yang waktu kecil dulu bercita-cita menjadi dokter, kini malah punya pabrik besi? Atau, saat TK dulu bercita-cita jadi tentara, tapi sekarang justru sibuk berbisnis properti? Ya, cita-cita memang tak selalu kesampaian.

Belajar dari Realita Hidup

Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga. (Nehemia 6:9)

Realita dan pengalaman hidup dapat membentuk manusia menjadi tangguh, kuat, tangkas, lebih berhikmat dan bergantung kepada Tuhan. Tak ada seorang pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi dalam hidupnya setiap waktu. Hanya saja yang sudah pasti, selalu ada kebaikan dari Tuhan kalau kita merespons dengan benar. 

Cekatan

Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas. (Amsal 30:24-25)

Beberapa hari terakhir ini saya agak kesal dengan semut-semut yang bermunculan di rumah. Kalau ada bekas makanan sedikit saja, pasti tidak lama muncullah gerombolan semut itu untuk berpesta. Yang membuat saya kesal tapi juga sekaligus kagum pada semut-semut itu adalah kerajinan dan semangat mereka dalam mencari makan.

Ketika Kita Memberi

Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. (Ibrani 13:16)

Banyak orang bermimpi menjadi filantropi. Filantropi berasal dari dua kata Yunani, philein berarti cinta, dan anthropos yang berarti manusia. Filantropi adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Biasanya, filantropi seorang kaya raya yang sering menyumbang untuk mereka yang miskin. Tokoh filantropi terkenal dari Amerika adalah Bill Gates. Pada tahun 2007 saja, Bill Gates tercatat memberi sumbangan untuk amal sebanyak $28 miliar. Sebuah angka yang tidak sedikit. Dari Indonesia kita kenal Dato Sri Prof. Dr. Tahir. Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA menganugerahkan Tokoh Filantropi 2014 kepadanya atas kedermawanannya.

Menuju Yerusalem Baru

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, ... mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! (Wahyu 22:17)

Kita hidup dengan tujuan. Apa saja yang kita lakukan dalam hidup ini, mestinya ada tujuannya, bukan? Beli tanah, tujuannya untuk bangun rumah, misalnya. Hidup kita sebagai orang percaya juga ada tujuan akhirnya, yaitu mengambil air kehidupan seperti dalam nats bacaan kita hari ini. Dan air kehidupan itu ada di Yerusalem yang baru. Ke sanalah tujuan semua orang percaya.

Tidak Semua Kamu Bersih

Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." (Yohanes 13:11)

Beberapa hari sebelum disalibkan, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Alkitab memastikan bahwa hal itu dilakukan-Nya sebelum hari raya Paskah dimulai. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah (Yohanes 13: 3). Ia tahu waktu-Nya segera tiba.

Sahabat Atau Pengkhianat

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yohanes 15:15)

Ketika Tuhan Yesus menyebutkan bahwa kita adalah sahabat-Nya tentu bukan seperti ucapan seorang politisi, misalnya, yang dapat berubah dalam sesaat. Sebab sangat jauh berbeda seperti terang dan gelap antara sahabat Allah dan sahabat bagi para politisi. Sahabat politisi dengan tiba-tiba bisa saja berubah menjadi pengkhianat, ketika ada hal-hal yang tidak berkenan di hatinya dan yang berujung pada kegiatan-kegiatan tandingan yang tidak merefleksikan esensi dari tugasnya sebagai wakil rakyat.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil