Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Percaya

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,...” Ibrani 12:2

Anne Purcell adalah seorang wanita yang bersuamikan seorang pria yang bernama Ben yaitu seorang tentara yang sedang bertugas di Vietnam. Suatu hari ia menerima kabar bahwa suaminya itu dinyatakan hilang dalam tugas saat pesawat helikopter yang ditumpanginya jatuh tertembak oleh tentara musuh. Anne terkejut dan sangat terpukul mendengar berita tersebut.

Hidup Oleh Iman

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1: 17)

Judul renungan di atas bukan merupakan sebuah slogan yang timbul hanya sementara waktu saja dan sesudah itu tidak berlaku lagi. Hidup oleh iman adalah sebuah motto kehidupan yang harus dimiliki oleh setiap orang Kristen selama berada di dalam dunia ini yang tidak dapat memberikan ketenangan. Orang yang paling kaya di dunia ini sekalipun, masih memiliki kekuatiran akan berbagai hal, terutama dengan harta kekayaannya.

Gembala Yang Setia

“Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena NamaNya. (Mzm 23: 1-3)

Barangkali saudara seringkali membaca dan mendengar Mazmur Gembala yang dikutip di atas. Mazmur Gembala memang seringkali disampaikan atau digunakan ketika ada jemaat yang mengalami pergumulan hidup yang berat, bahkan seringkali dibacakan dalam kebaktian penghiburan atau pemakaman anggota jemaat yang dipanggil Tuhan ke rumah Bapa di sorga.

Tuluskah Imanmu?

“Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” (I Tim 1: 5)

Apakah yang dimaksud dengan iman yang tulus itu? Banyak orang Kristen yang mengikut Tuhan dan menjadi anggota gereja untuk sekian tahun lamanya tetapi tidak memiliki iman seperti yang didapati oleh Paulus ada dalam diri anak rohaninya Timotius.

Tetap Semangat

Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya. (Yesaya 38:19)

Ayat di atas merupakan potongan lirik dari nyanyian syukur Hizkia, sesudah ia disembuhkan dari penyakitnya dan lolos dari maut. Nyanyian yang terilhami dari pengalaman-pengalaman pahit ini, telah membawa Hizkia kepada sebuah pengertian bahwa Allah tidak meninggalkan orang yang berseru dan berharap pada-Nya, yang tidak menghiraukan rasa lelah karena berharap.

Mujizat-Nya Masih Ada

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.(Lukas 1:37)

Saya teringat, tiga belas tahun yang lalu, ketika istri saya divonis dokter akan sulit memiliki anak, timbul kepanikan dalam rumah tangga kami. Dokter mengatakan bahwa di dalam rahim istri saya ada terdapat kista dan endrometriosis (serta beberapa gangguan lainnya yang saya sudah lupa apa istilah medis-nya). Perkataan (vonis) dari dokter ini jelas membuat kami dan khususnya istri saya sangat terpukul. Setiap malam saya mendengar suara tangisan dari istri saya yang sedang berdoa kepada Tuhan. Sekalipun saya tidak tahu persis apa isi doanya. Namun, secara pribadi saya dapat memahami, bagaimana perasaan istri saya saat itu. Mungkin dia merasa tidak berharga dan berguna sebagai seorang wanita dan terlebih sebagai seorang istri karena tidak sanggup memberikan keturunan bagi saya suaminya. Sekalipun saya telah meyakinkan kepadanya, bahwa saya akan tetap mengasihinya apapun keadaannya. Sepertinya hal itu tidak terlalu mengubah keadaan.Sebagai suami, saya sangat mencintai istri saya. Saya tidak ingin istri saya merasa tidak berarti atau tidak berharga di mata saya. Saya harus cepat bertindak, tetapi saya tidak berdaya sama sekali.

Cukup Itu Berapa ?

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ibrani 13:5

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti, bila si petani mengucapkan kata "cukup". Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya. Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana. Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang...Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir, hingga akhirnya, Petani itu mati tertimbun. Ya, dia mati tertimbun bersama ketamakannya, karena dia tak pernah bisa berkata "CUKUP".

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)