Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Terlatih Dalam Keserakahan

Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 2 Petrus 2:14

Saat orang berbaris antri untuk mengambil makanan yang disediakan pada acara makan bersama atau saat resepsi pernikahan, ada orang yang mengambil begitu banyak makanan sampai-sampai piringnya terisi penuh memuncak bagai bukit kecil. Jika bisa habis dimakan tidak masalah. tetapi jika tidak, sisanya terbuang sia-sia dalam tumpukan tong sampah. Apa tidak terpikir olehnya mereka yanga antri di belakang, dapat bagian atau tidak? Ambilah secukupnya, biar makanan tidak mubazir dan orang lain juga boleh kebagian jatah. Itu termasuk serahkah dan egois lho…!

Mengasihi

”Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukan apa yang baik bagi semua orang!” (Roma 12:17)

Saya tertawa geli ketika melihat seorang anak kecil yang marah-marah kepada seekor anjing tetangga kami. Ibunya yang melihat hal itu, segera melarang anaknya untuk tidak meladeni anjing itu. Anak itu menjawab, ”Tuh, ma, anjing  itu yang duluan!” Dari satu sisi anak itu benar. Anjing itu memang kelihatan agak galak, selalu menggonggong dan ingin menerkam serta menggigit siapa saja yang tidak dikenalnya, jika lewat dihadapannya. Tetapi tak ada gunanya bagi anak itu untuk ikut-ikutan menjadi galak dan balas menantang anjing itu, bukan? Demikian juga halnya dengan kita. Jangan pernah berpikir bahwa kita harus membalas setiap perbuatan jahat atau perilaku yang tidak baik yang ditujukan kepada kita. Itu hanyalah membuat masalah tidak akan berakhir dan tidak ada gunanya. Bahkan pada akhirnya diri kita sendiri yang akan menderita.

Seratus Empat Puluh Kali

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Lukas 18:7

“Chicken Soup for the Soul”, pernahkah anda membaca atau setidaknya mendengar tentang buku ini? Buku yang telah terjual lebih dari 112 juta buku, memiliki sekitar 200 judul dan telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa ini berisikan kisah-kisah hidup yang membangkitkan inspirasi dan motivasi. Buku yang disusun oleh Jack Canfield dan Mark Victor Hansen ini pertama kali diterbitkan tahun 1993. Tapi tahukah saudara, dibalik semua kesuksesan mereka sekarang ada proses yang harus mereka jalani terlebih dahulu? Ketika mereka menawarkan proposal penerbitan buku mereka ke penerbit, mereka harus menerima kenyataan pahit yaitu ditolak oleh lebih dari 140 penerbit sebelum akhirnya penerbit yang berlabel Health Communications, Inc. bersedia menerbitkannya.

Untuk Tuhan

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)

Beberapa belas tahun yang lalu ketika saya dan rekan-rekan sedang dalam perjalanan untuk suatu misi pelayanan. Waktu itu cuaca sedang hujan. Saya melihat beberapa anak yang berusia kurang lebih 8-10 tahun. Tubuhnya basah, kedinginan dan gemetar. Mereka berjalan di antara mobil-mobil yang berhenti di lampu merah, sambil bernyanyi diiringi dengan tepukan tangan sebagai alat ‘musik’-nya. Kemudian menengadahkan tangan untuk meminta uang kepada si pengendara mobil. Beberapa pengemudi memberikan uang receh sementara yang lain mengusir dengan mengangkat tangan atau membunyikan klakson.

Iri Hati

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Mazmur 37:3,4

Sebuah pertanyaan sederhana datang melalui email: “Pak kenapa kok jauh lebih sejahtera mereka yang berbuat dosa. Sebaliknya saya, semakin saya setia semakin jauh saya dari hidup sejahtera.” Pertanyaan ini pasti mewakili pertanyaan banyak orang ketika mereka sementara didera oleh berbagai macam masalah. Pertanyaan yang secara implisit menggambarkan sikap hati yang iri melihat “keberhasilan” orang berdosa.

Mengampuni Dengan Tulus

”Sabarlah kamu terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah juga demikian.” (Kolose 3:13)

Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, teman sekelas saya seorang wanita diketahui hamil diluar nikah. Atas inisiatip keluarga, ia berhenti sekolah. Mulanya pihak sekolah tidak mengetahui dengan pasti alasan orang tuanya memberhentikan anaknya. Karena ingin mendapatkan keterangan langsung dari orangtuanya, maka wali kelas beserta dengan kepala sekolah mendatangi orangtuanya. Setelah mendapatkan keterangan yang pasti dan alasan dari kedua orangtuanya, maka pihak sekolah bisa menerima keputusannya itu. Tidak banyak yang mengetahui peristiwa tersebut, hanya para guru dan beberapa teman dekatnya, termasuk saya. Secara pribadi terus terang saya tidak terlalu terkejut dengan kejadian itu, karena saya tahu betul bagaimana perilaku teman saya itu selama ini. Saya juga tahu betul, bagaimana orangtuanya kerapkali menegur bahkan sering marah-marah dengan sikap dan perilakunya itu.

Jangan Kuatir

”Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)

Kalau kita perhatikan dengan seksama keadaan dunia dewasa ini, keadaannya sungguh lebih buruk dari waktu-waktu sebelumnya. Terlihat dengan jelas bahwa kejahatan bertambah-tambah, bencana alam tiada henti terjadi dan merenggut banyak jiwa, perekonomian tidak kunjung membaik, dan yang lebih membahayakan lagi ajaran-ajaran sesat bertambah merajalela dimana-mana.  Memang semua yang terjadi di muka bumi ini menunjukkan kebenaran Firman Tuhan terbukti. Seperti ada tertulis: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dasyat dan diberbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal yang mengejutkan dan tanda-tanda dasyat dari langit.” (Lukas 21:10-11) Bukankah semuanya ini sedang digenapi?

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)