Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Di Balik Pujian

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:1-2)

Maraknya lagu-lagu rohani yang ada saat ini, baik yang dikemas dalam bentuk kaset, CD, DVC bahkan yang di-upload di media sosial cukup menarik minat pembeli. Sayangnya tak kurang pula orang yang sekarang lebih suka mendengarkan lagu-lagu rohani tersebut, saat gundah atau sebagai pengantar tidur, dibandingkan memuji Tuhan menggunakan mulutnya sendiri. Padahal firman Tuhan mengatakan, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku!” Mendengarkan lagu-lagu rohani tidak salah, tapi jangan sampai itu mengurangi minat buat memuji Tuhan dengan mulut kita sendiri, sebab saat jiwa kita berkomunikasi dengan Tuhan melalui lagu rohani yang kita nyanyikan dengan iman, Tuhan ada dan kuasa-Nya bekerja di dalam kita.  

Berdamai Sebelum Beri Persembahan

Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:24)

Dalam Matius 5:23-26, Yesus mengajarkan bagaimana ketika kita memberi persembahan kepada Tuhan. Di sana kita temukan sebuah nilai kebenaran yang sejati tentang memberi persembahan dan perdamaian yang harus mengawalinya. Hal ini harus dilakukan oleh mereka yang menyebut dirinya beribadah kepada Tuhan, juga pada zaman sekarang ini.

Misteri Namun Pasti

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. (Mazmur 139:17-18)

Jalan iman itu seperti satu perintah untuk berbaris lurus menuju suatu misteri. Iman Kristen didasarkan pada dua hal, yaitu kenyataan dan misteri. Mengapa saya berkata demikian? Sebab memang ada beberapa kenyataan di mana di atasnya iman kita dibangun. Kenyataan bahwa Yesus pernah hidup sebagai manusia dan Ia juga pernah mati. Dan kita menerima kebangkitan-Nya juga sebagai suatu kenyataan. Tetapi kebangkitan itu sendiri tetap meninggalkan misteri. Bagaimana terjadinya? Bagaimana itu mungkin terjadi? Itu adalah sebuah misteri. Apakah saat ini Dia ada dan hidup? Ya, kita percaya bahwa Dia sungguh-sungguh ada dan hidup. Itulah sebabnya kita menyebut kepercayaan kita sebagai iman, bukan ilmu pengetahuan. Karena iman sesungguhnya sama pula artinya dengan kita menerima suatu ‘misteri’.

Yang Pantas akan Kuberikan

Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. (Matius 20:4)

Dengan senang hati Widya memperkenalkan Yossy pada Shinta, sahabat lamanya. Sejak hari itu, mereka bertiga nyaris tak terpisahkan, sampai suatu hari di ulang tahun Yossy yang hanya terpaut sehari setelah ulang tahun Widya. Perasaan cemburu itu muncul begitu saja, saat Shinta memberi kado yang jauh lebih mahal daripada hadiah yang diberikannya kepada Widya, sehari sebelumnya. Persahabatan mereka pun hampir kandas.

Menjaga Kemurnian Hidup

Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1 Korintus 5:8)

Kehidupan rohani kita yang telah dikuduskan oleh korban anak domba Paskah kita, yaitu Kristus, harus terus dijaga kemurnian dan kebenarannya untuk seumur hidup kita. Sedikit saja dosa masuk ke dalam kehidupan rohani kita, hal itu bagaikan sedikit ragi yang mengkhamiri seluruh adonan (1 Korintus 5:6). Bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga kekudusan, kemurnian dan kebenaran hidup kita? Marilah kita belajar dari kebenaran Firman Tuhan yang tercatat dalam 1 Korintus 5:2-13.

Tidak akan Pernah Sia-sia

Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja. (Amsal 14:23)

Salah satu kebutuhan penting manusia yang hidup di muka bumi ini adalah pekerjaan. Orang yang tidak mempunyai pekerjaan biasanya menjadi parasit bagi sekitarnya. "Kalo lu mau makan, kerja!" tegas seorang kakek kepada cucunya yang sudah dewasa. "Udah usaha, tapi belum juga dapet, kong. Mo pegimana lagi coba?" sang cucu menyela. "Dasar lu anak kagak tau diuntung. Ngomong doang usaha. Gue liat molor aja kerja lu sedari tadi," umpat sang kakek.

Doa Isi Hati Allah

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu. (Matius 6:9)

Pada Matius 6:9-13 Tuhan Yesus sendiri mengajarkan sebuah doa yang melukiskan isi hati Allah. Doa Bapa Kami adalah doa yang menunjukkan adanya hubungan antara pelayanan dan doa.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil