Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Tanda KedatanganNya

Waktu itu suaraNya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. (Ibrani 12:26)

Kejadian meletusnya gunung Merapi dan Anak Krakatau serta tsunami yang telah memporak-porandakan Kepulauan Mentawai merupakan penggenapan dari apa yang tertulis dalam Alkitab. Pada waktu Yesus bercakap-cakap dengan murid-muridNya, mereka menanyakan tentang kedatanganNya dan tanda kesudahan dunia. Yesus menjawab bahwa bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat (Matius 24:1-8; Lukas 21:7-19).

Berbahagialah Orang yang Murah Hatinya

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. (Matius 5:7)

Ada sebuah legenda tentang seorang rabi yang menyambut seorang pelancong yang letih untuk beristirahat semalam di rumahnya. Setelah mengetahui bahwa tamunya berusia hampir seratus tahun, rabi itu bertanya tentang keyakinan agamanya. Tamunya menjawab, "Saya seorang ateis." Dengan marah rabi itu mengusir tamunya dan berkata, "Saya tidak dapat menampung seorang ateis di rumah." Tanpa sepatah kata pun lelaki tua itu berjalan tertatih ke arah kegelapan jalan.

Bagaimana Mengadakan Pesta

Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. (Lukas 14: 13)

Ketika kita membaca perikop ayat Alkitab tersebut, barangkali hati saudara akan terusik sama seperti hati saya. Saya percaya orang banyak yang mendengarkan pengajaran Yesus pada waktu itu juga memiliki pendapat yang sama. Mereka akan terhenyak mendengar sebuah pengajaran baru yang di luar kebiasaan orang pada umumnya.

Saat Janji Tuhan Tertunda

“Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku (Sara – red.) telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.” Kejadian 21:7

Mengalami penundaan karena suatu hal pasti menimbulkan rasa bosan, jenuh dan juga kecewa. Dalam kehidupan terdapat banyak penundaan yang terjadi tiba-tiba atau mengejutkan: jadwal penerbangan yang tertunda, pernikahan ditunda, kenaikan gaji ditunda. Bagaimana perasaan kita? Pasti jengkel, kecewa, bosan, karena ditunda berarti membuat kita menunggu lebih lama. Kalau ditunda 10 menit mungkin masih bisa ditoleransi; ditunda 1 jam membuat kita mulai kesal dan gelisah, ditunda sehari, seminggu, sebulan dan seterusnya merupakan mimpi buruk! Coba bayangkan bila penundaan itu berlangsung 39 tahun. Apa yang akan kita lakukan dan bagaimana perasaan kita?

Satu Hal

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4)

Raja Daud memiliki satu hal yang dimintanya kepada TUHAN, yaitu untuk diam di rumah Tuhan seumur hidupnya. Disanalah ia dapat menyaksikan kemurahan dan kehadiran Tuhan  dalam hidupnya.

Prinsip Ayub

Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? (Ayub 2:10)

Kerapkali kita diliputi perasaan bersalah saat menerima berkat-berkat materiil, ketika juga memperhatikan begitu banyak kebutuhan dalam dunia di sekeliling kita. Peristiwa Wasior, Mentawai, Merapi, dan entah apa dan di mana lagi musibah serta bencana alam yang terjadi. Lalu saya mengingat sahutan Ayub kepada istrinya: Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?

Mujizat Ucapan Syukur

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Setelah mengutarakan semua permohonannya, seorang hamba Tuhan yang Tuhan perlengkapi dengan beberapa karunia Roh berdoa seperti ini: “Aku mengucap syukur terlebih dahulu untuk pertolonganMu yang pasti datang. Di dalam nama Yesus aku anggap selesai pergumulannya. Amin.”  Terus terang awalnya saya merasa itu doa yang tidak lazim. Aneh, karena mengucap syukur untuk sesuatu yang belum terjadi, walau diyakini pasti terjadi. Lama saya merenung untuk kemudian saya mengerti, iman ternyata juga berkorelasi dengan ucapan syukur. Ucapan syukur faktanya mendatangkan iman yang pada akhirnya menghasilkan mujizat.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)