Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

BELAJAR DALAM MENUNGGU

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3:11

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, apalagi bila kita didesak oleh hal lain yang menuntut kita untuk segera melakukan hal berikutnya. Menunggu bisa menjadi hal yang menjengkelkan! Semua orang tidak menyukai pekerjaan menunggu ini. Mengapa? Menunggu menunjukkan bahwa kita tidak memiliki kendali penuh atas diri kita sendiri atau atas situasi yang sedang kita hadapi.

Dipercaya oleh Allah

“… Baik sekali perbuatanmu itu,… engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar… (Matius 25:23)

Setiap manusia terlahir mengemban sebuah tanggung jawab. Sejak Allah menciptakan manusia pertama, hal ini sangat kelihatan. Setelah membentuk manusia pertama yaitu Adam dan Hawa, Allah meletakkan mereka di taman Eden dengan satu tugas. Mereka yang akan mengusahakan dan memelihara taman itu (Kejadian 2:15). Mengusahakan dan memelihara merupakan bukti adanya sebuah kepercayaan dari Allah, di mana mereka harus bertanggung jawab melaksanakan tugas tersebut. Tentu saja yang mereka kerjakan itulah wujud dari pertanggung jawaban.

Mengisi Kemerdekaan

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Galatia 5:13)

Meraih kemerdekaan memang bukan perkara mudah. Sebagai contoh, kemerdekaan bangsa Indonesia harus dibayar dengan tumpahan darah para pejuang kemerdekaan. Namun adalah lebih sulit untuk mempertahankan kemerdekaan serta mengisinya.

Secara Pribadi

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Lukas 15:10)

Selama pelayanan-Nya yang singkat di dunia ini, yakni sekitar tiga setengah tahun, Yesus menggunakan banyak waktu untuk mengajar serta menyembuhkan orang sakit. Meskipun Yesus berkhotbah kepada orang banyak dan dikelilingi oleh orang banyak, namun Dia juga menyempatkan diri untuk melayani pria, wanita maupun anak-anak secara pribadi.

Bergantung kepada Allah

"Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!.. (Nehemia 2:20)

Menjadi pribadi yang bertanggung jawab di tengah-tengah situasi atau medan yang sukar bukan perkara mudah. Menyerah, atau bekerja tanpa memberi hasil maksimal mungkin terjadi. Namun perjuangan seorang tokoh bernama Nehemia, memberikan spirit bagi kita untuk mencapai garis finis secara bertanggung jawab. Bukan tanpa hambatan, Nehemia sukses melakukan misi Tuhan, membangun kembali tembok Yerusalem dan mengadakan pembaharuan dalam bidang sosial dan agama di Yehuda. 

Dasar Pengharapan Kita

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita. I Timotius 1:1

Seorang teman bersaksi: “Aku percaya Tuhan pasti akan berikan kepadaku sebuah sepeda motor bulan ini. Aku percaya Tuhan pasti memberikannya melalui salah satu Saudara yang hadir pada malam ini. Ini kehendak Tuhan. Amin Saudaraku?”Pernah mendengar istilah: iman bisik-bisik. Seseorang yang seolah-olah berharap pada Allah tetapi faktanya berharap pada manusia, di kalangan saya sering disebut sebagai iman bisik-bisik. Contohnya ya seperti kesaksian seorang teman tadi.

Jangan Barkan Rasa Takut Menguasai

Dan keesokan harinya bangunlah mereka pagi-pagi hendak naik ke puncak gunung sambil berkata: "Sekarang kita hendak maju ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa." (Bilangan 14:40)

Dalam bacaan Kitab Suci hari ini, kita membaca betapa Israel seolah berayun dari satu kekuatiran ke kekuatiran yang lain, tetapi tidak stabil dan lepas kendali. Hubungan mereka dengan titik pusat, yakni Allah, telah putus. Setelah memata-matai Tanah Perjanjian, Yosua menantang bangsa itu untuk mematuhi Allah dan menduduki negeri itu. Namun, mereka justru mendengarkan laporan yang menggentarkan hati dari sepuluh pengintai dan mengundurkan diri (Bilangan 13:26-14:38). Sebaliknya, setelah Allah menghakimi, mereka segera bergegas menyerang negeri yang difirmankan Tuhan itu tanpa seizin-Nya. (14:40).

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)