Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Untung Tuhan Tidak Pernah Menyerah

“…..; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai Engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5b)

Pada tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah di antara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, di mana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, “Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!”

Buaya yang Tak Diharapkan

Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Matius 13:21

Suatu kali, Aktris sekaligus komedian Gracie Allen dikirimi temannya seekor buaya hidup yang masih kecil sebagai lelucon. Karena tak tahu apa yang harus diperbuat dengan makhluk itu, Gracie menaruhnya dalam bak mandi, lalu pergi untuk memenuhi suatu janji. Ketika pulang, ia mendapati pesan di secarik kertas dari pembantunya. "Bu Allen, maaf, saya memutuskan keluar. Saya tidak mau bekerja di rumah yang ada buayanya. Mestinya saya mengatakan kepada Anda saat melamar, tetapi sungguh tidak menduga akan ada buaya di sini."

Bersukacitalah dalam Pengharapan

Bersukacitalah dalam pengharapan, … ! Roma 12:12

Saya baru saja melayani seorang Ibu dari Bandung yang di madu oleh suaminya melalui hp. Bukan baru kali ini saja saya melayani Ibu tersebut. Tetapi yang menjadikan sessi konseling ini menarik karena Ibu tersebut mendapat lawatan Tuhan. 2 tahun lamanya ia hidup dalam kepahitan dan kemarahan terpendam terhadap sang suami. Sebab bukan saja di madu, Ibu ini juga seringkali mendapat perlakuan kasar dari sang suami hingga menyebabkan luka fisik. Dalam kebingunan ia bercerita: “Pak, Saya bingung 2 tahun Saya memendam marah dan berbuat baik karena takut diperlakukan kasar. Tetapi kali ini marah, sakit hati dan kesal itu hilang, dan Saya tetap dapat berbuat baik kepadanya. Tetapi Saya kuatir perbuatan baik Saya dianggap saya setuju dia kawin lagi.”

Dikirim untuk Menyelamatkan

Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Beberapa tahun yang silam, para petani jeruk di California, AS mengalami masalah besar. Sejenis wabah serangga berwarna putih seperti kapas (cottony-cushion scale), menyerang dan menghancurkan panen perkebunan jeruk mereka. Rupanya serangga-serangga tersebut secara tidak disengaja, terbawa dalam kapal-kapal yang datang dari Australia. Herannya serangga ini tidak terlalu menjadi masalah besar di Australia. Mengapa? Karena di Australia juga hidup sejenis serangga pemangsanya, yaitu kepik (Ladybug).

Yesus adalah Dasar Pengharapan Kita

Kami tidak mau … bahwa kamu tidak mengetahui ... supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan (1 Tesalonika 4:13)

Seperti halnya filsuf ateis Jean-Paul Sartre (1905-1980), suatu hari nanti akan mendambakan secercah cahaya pengharapan tetapi tidak menemukannya. Pada tahun 1980, Sartre yang sudah sakit-sakitan menulis, “Keputusasaan datang menggodaku .… Dunia tampak sangat buruk dan tak berpengharapan. Di sana terdengar tangis keputusasaan seorang pria tua yang akan meninggal dalam keputusasaan. Namun aku menolaknya. Aku tahu aku akan mati dalam pengharapan. Namun aku masih mencari dasar bagi pengharapan itu.”

Gunakan Iman


Biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (Yehezkiel 14:14)

Ketiga tokoh Alkitab ini, semasa hidupnya kudus dan tidak mau mencampuradukan perkara rohani dengan situasi luar. Inilah yang membuat mereka tetap tegar, sekalipun banyak aral namun tidak membuat imannya goyah. Masing-masing dari mereka mempunyai ciri khas yang berbeda dalam menjalani hidup bersama Allah. Silih berganti tragedi yang terjadi tapi tidak membuat hatinya ciut dan semakin terjepit sebaliknya semakin taat. Luarbiasa iman mereka dan tidak ada seorangpun yang mampu menandingi imannya saat ini.

Harapan Untuk Hidup

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN. Yeremia 17:7

Tepat dua minggu setelah terperangkap dalam tambang emas sedalam 1000 meter, dua penambang Australia, Brant Webb, 37, dan Todd Russell, 34, berhasil diselamatkan. Menyambut keberhasilan itu, lonceng gereja Uniting di Beaconsfield dibunyikan. Lonceng itu terakhir kali dibunyikan tahun 1945 untuk mengakhiri Perang Dunia II.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)