Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Mengampuni Dengan Tulus

”Sabarlah kamu terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah juga demikian.” (Kolose 3:13)

Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, teman sekelas saya seorang wanita diketahui hamil diluar nikah. Atas inisiatip keluarga, ia berhenti sekolah. Mulanya pihak sekolah tidak mengetahui dengan pasti alasan orang tuanya memberhentikan anaknya. Karena ingin mendapatkan keterangan langsung dari orangtuanya, maka wali kelas beserta dengan kepala sekolah mendatangi orangtuanya. Setelah mendapatkan keterangan yang pasti dan alasan dari kedua orangtuanya, maka pihak sekolah bisa menerima keputusannya itu. Tidak banyak yang mengetahui peristiwa tersebut, hanya para guru dan beberapa teman dekatnya, termasuk saya. Secara pribadi terus terang saya tidak terlalu terkejut dengan kejadian itu, karena saya tahu betul bagaimana perilaku teman saya itu selama ini. Saya juga tahu betul, bagaimana orangtuanya kerapkali menegur bahkan sering marah-marah dengan sikap dan perilakunya itu.

Jangan Kuatir

”Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)

Kalau kita perhatikan dengan seksama keadaan dunia dewasa ini, keadaannya sungguh lebih buruk dari waktu-waktu sebelumnya. Terlihat dengan jelas bahwa kejahatan bertambah-tambah, bencana alam tiada henti terjadi dan merenggut banyak jiwa, perekonomian tidak kunjung membaik, dan yang lebih membahayakan lagi ajaran-ajaran sesat bertambah merajalela dimana-mana.  Memang semua yang terjadi di muka bumi ini menunjukkan kebenaran Firman Tuhan terbukti. Seperti ada tertulis: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dasyat dan diberbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal yang mengejutkan dan tanda-tanda dasyat dari langit.” (Lukas 21:10-11) Bukankah semuanya ini sedang digenapi?

Y Lebih Besar Dari X

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 1 Petrus 1:13

Sejak dulu kala sampai sekarang ini, huruf X merupakan abjad favorit bagi kebanyakan orang. Dimulai dari rumus matematika Calculus yang rumit, film X-Men yang mengisahkan sekumpulan orang yang mempunyai kemampuan melebihi manusia biasa karena kelainan genetis (mutant), atau contoh kasus hubungan sebab akibat dalam dunia forensik seperti pembunuhan yang dilakukan oleh Mr. X, sampai dengan faktor-X yang membuat manusia mengirimkan SMS dengan ketik reg spasi nasib kirim ke 000, bahkan selebrasi Natal yang diparodikan dengan X-mass. Begitu pula dengan jargon promo iklan game X-Box mengklaim bahwa hidup ini singkat dan pergunakanlah waktu yang ada dengan bermain game. Jika kita mengunduh iklan ini lewat internet memperlihatkan seorang wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya. Bayi itu melompat keluar, dan terus terbang dengan kecepatan tinggi sampai tua di udara. Akhirnya si bayi yang sudah menjadi seorang kakek mendarat di salah satu kuburan. Pesan layanan publik dari iklan ini benar-benar X!

Ingin Jadi Besar ?

“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu, sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Matius 20: 26-28

Adakah manusia yang tidak ingin menjadi seorang yang besar? Apakah sebagai seorang anak Tuhan kita tidak boleh memiliki cita-cita untuk menjadi seorang yang besar dalam berbagai bidang yang kita gumuli? Bukankah kita harus berusaha untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya dan memberikan kontribusi yang berarti bagi negara dan bangsa? Bukankah menjadi seorang yang berhasil membuat orang lain menghargai dan menghormati kita sebagai seorang yang hebat? Tentunya banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang serupa dalam hati kita.

Jujur

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa. Amsal 19:5.

Ani baru saja memecahkan vas bunga kesayangan ibunya. Ia begitu takut. Ia tahu bila ibunya pulang nanti dan mendapatkan vas bunga tersebut pecah, ia pasti akan dimarahi. Ani bingung. Ani berpikir keras mencari jalan keluar agar ibunya tidak marah. Terlintas di pikirannya untuk berbohong. Tetapi akhirnya Ani menyerah. Ani memilih untuk bersikap jujur kepada ibunya. Ani sadar bila ia berbohong dan di kemudian hari ibunya tahu, ia pasti akan di hukum lebih berat lagi. Pertama karena telah memecahkan vas bunga dan kedua karena kebohongannya. 

MINTALAH

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; …. . Matius 7:7.


Saya tidak pernah meragukan kebaikan ayah saya. Saya tahu persis bagaimana cara meminta sesuatu kepadanya. Ketaatan dan kepatuhan adalah faktor utama pertimbangan beliau. Yang pasti saya tidak akan meminta apa yang tidak dapat diberikan olehnya. Terkadang untuk mendapatkan apa yang saya inginkan darinya saya perlu lakukan sesuatu terlebih dahulu untuk menyenangkan hatinya.

Perkataan Iman

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu ? Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita ?” (Roma 8:31)

Iman sangat erat hubungannya dengan perkataan. Dalam percakapannya dengan kedua bujangnya, Abraham berkata : “… aku berserta anakku ini akan pergi kesana; KAMI akan sembahyang, sesudah itu KAMI kembali  kepadamu” (Kej. 22:5). Abraham tahu bahwa Tuhan memerintahkannya untuk mengorbankan Ishak. Berarti setelah ia korbankan anaknya, ia akan pulang sendirian menemui kedua bujangnya. Dia tahu pasti, bahwa Ishaklah yang Tuhan minta, bukan yang lain. Tapi Abraham dengan iman berkata kepada Ishak bahwa Allah akan menyediakan domba untuk korban bakaran bagi-Nya (Kej 22:8).

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)