Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Ingatlah, Tuhan Selalu Ingat Kita

”Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hambaKu, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hambaKu, hai Israel, engkau tidak Kulupakan.” (Yesaya 44:21)

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang wanita muda yang mengajukan pertemanan di dalam facebook dan memohon agar saya mengkonfirmasinya. Ketika memperhatikan fotonya, saya merasa tidak mengenal wanita ini, sehingga saya biarkan saja. Ternyata wanita ini mengenal saya lalu mengirimkan message ke inbox di facebook saya, dan mengatakan bahwa dia adalah mantan murid saya semasa di SMA dulu. Saya kaget sekali, karena saya benar-benar sudah lupa dengan wajahnya. Namun ketika dia menyebutkan angkatan dan tahun berapa dia sekolah serta menyebutkan beberapa teman sekelasnya, barulah saya mulai bisa mengingatnya. Saya terharu sekali, ketika dia berkata bahwa dia sangat berterima kasih atas didikan dan nasehat yang pernah saya berikan kepadanya sewaktu masih di sekolah dulu. Dia mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu dia sempat mengalami goncangan iman karena kesulitan dan persoalan hidup yang berat, tetapi di tengah-tengah persoalan yang sedang dia hadapi, dia teringat akan nasehat firman Tuhan yang pernah saya sampaikan kepadanya. Kini, dia telah bekerja di satu perusahan dengan gaji yang cukup memuaskan. Saya memang sempat lupa kepadanya, tetapi Tuhan ingat kepadanya. Firman-Nya telah memberi kekuatan kepadanya untuk bangkit dan menang dalam menghadapi persoalannya. Haleluyah!

Tempat Malaikat Menciumku

Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Keluaran 23:20

Seorang remaja yang terlahir dengan tanda lahir yang amat kentara pada hampir seluruh wajahnya, suatu hari bertermu dengan seseorang yang menanyakan tentang keunikannya tersebut. “Waktu aku masih kecil, ayah selalu mengatakan bahwa tanda lahir itu ada, karena di situlah tempat malaikat menciumku. Tanda itu membuatku selalu dapat ditemukan, meski dalam keramaian.” Begitulah jawabnya. Dan sambil tersenyum ia menambahkan, “Ayah selalu mengulang kata-kata itu, hingga aku merasa kasihan pada anak-anak lain yang tidak dicium oleh malaikat seperti aku.”

Telah Didengar

Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Daniel 10:12

Kehidupan kekristenan tidak lepas dari kehidupan doa. Semua tokoh di dalam Alkitab, adalah orang-orang yang memiliki mezbah doa pribadi. Mengapa doa menjadi hal yang utama dalam kekristenan? Karena melalui doalah, kita membangun hubungan langsung dengan Tuhan. Tapi sayang, masih banyak orang yang beranggapan bahwa doa hanya kegiatan sewaktu-waktu, doa diperlukan saat menghadapi masalah yang sukar saja. Bahkan ketika ia merasa seolah-olah doanya tidak dijawab, ia akan berhenti berdoa.

Wujud dari Dedikasi

“Sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” (1 Korintus 16:9)

Adalah seorang wanita yang menghabiskan hidupnya sebagai baby sitter. Ia dapat menemukan pekerjaan yang dipandang orang. Namun dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan, tidak melunturkan semangat kerjanya. Serangkaian acara yang di gelar saat ia menutup umur di usia senja, merupakan kesan mendalam majikannya atas tanggung jawab yang telah ditunjukkan wanita itu semasa hidup. Puluhan tahun mengabdi bukan waktu yang singkat, tanpa peduli profesinya di pandangan sebelah mata oleh orang lain. Sikap serupa ditunjukkan juga seorang bapak yang mengabdi di sebuah keraton. Pendapatan bukan masalah besar baginya. Dalam sebuah obrolan ia berkata, “Dapat menyelesaikan tugas dengan baik sebagai abdi dalam, sudah cukup membuat saya puas dan bahagia.” Tak heran selama puluhan tahun pula, keluarganya mendapatkan apresiasi dari pihak keraton.

Hati-hati dengan Hati

"Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yg dapat mengetahuinya?" -Yeremia 17:9

Hari-hari ini banyak orang bisa hidup dengan mengenakan 'topeng' dan mengelabui orang banyak. Tapi celakalah orang yang menipu dirinya sendiri. Sebab dengan demikian, ia telah mempercayai kebohongan yang ia bangun sendiri dan walhasil kehilangan kemampuan untuk mawas diri.

Bertumbuh

”Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Petrus 3:18)

Orang tua saya memiliki gen yang sangat berbeda. Ibu saya pendek sedangkan ayah saya tinggi. Saya adalah bungsu dari 8 bersaudara. Saya merasa beruntung karena saya adalah salah satu 5 saudara saya yang lain yang mewarisi gen dari papa saya yang tinggi. Berbicara soal tinggi badan, faktor keturunan cukup berperan dalam menentukan batas tinggi badan seseorang. Meskipun kita mengatur pola makan dan olahraga, pertumbuhan fisik akan terhenti jika telah mencapai titik puncak. Tak peduli seberapa keras kita berusaha, jika batas itu sudah tercapai, kita tidak dapat bertumbuh lagi. Kebanyakan justru kita cenderung mengembang ke samping.

Tawaran Kemudahan

Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: "Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud. Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda." (1 Raja 12:26,27)

Setelah Salomo mati, kerajaan Israel terpecah. Yerobeam menjadi raja atas Kerajaan Utara dan Rehabeam menjadi raja atas Kerajaan Selatan, yaitu Yehuda. Saat itu orang Israel diwajibkan untuk beribadah ke Bait Allah yang ada di Yerusalem 3 kali dalam setahun. Tetapi hal ini merisaukan hati raja Yerobeam, ia khawatir jangan-jangan rakyat yang dipimpinnya akan membelot kepada kerajaan musuh dan membunuhnya (ayat 27). Ia takut dengan rutinitas mereka 3 kali dalam setahun melakukan perjalanan ke Yerusalem akan membuat hati mereka berubah menjadi tidak setia kepadanya. Sehingga timbul keinginan dalam hati Yerobeam untuk menyelenggarakan ibadah tiruan dengan membuat dua patung anak lembu jantan dari emas, menaruh patung itu satu di Betel, dan yang lain di Dan.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)