Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

INJIL KEKUATAN ALLAH

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. (Roma 1:16)

Keyakinan Rasul Paulus terhadap kesanggupan Injil sebagai kekuatan Allah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa adalah berdasarkan pengalamannya sendiri. Hal itu terjadi baik dalam hal pertobatan dirinya dari seorang penganiaya umat Tuhan, tetapi kemudian diubahkan Tuhan menjadi seorang rasul yang dipakai olehNya untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi.

Menjadi Putih

… Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. (Yesaya 1:18)

Ada beberapa orang pernah bertanya, “Apakah Tuhan mau mengampuni dosa saya?” Pertanyaan ini mereka sampaikan karena mereka merasa sudah sangat banyak berbuat dosa sehingga menganggap diri mereka tidak layak untuk diampuni. Mungkin menurut takaran manusia, seseorang yang banyak berbuat dosa tidak bisa diampuni lagi dosanya. Hal ini tidak lain karena memang manusia tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dan menghapuskan dosa seseorang.

Merubah Sifat Duniawi

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma  12:2

Pernahkah Anda melihat Koala? Koala adalah binatang khas Australia. Lucu dan cukup jinak. Tetapi Koala justru dikenal sebagai binatang termalas di dunia. Bayangkan dalam sehari ia bisa tidur 22 jam. Itu artinya ia hanya beraktivitas sehari 2 jam saja! Kalaupun ia mau makan, ia hanya mencari makanan yang dapat dijumpai di dekatnya saja. Alias ia hanya perlu menggeser sedikit saja tubuhnya. Dapatkah sifat pemalas Koala berubah? Tentu saja tidak. Sebab binatang hanya bertindak berdasarkan naluri atau insting. Naluri adalah suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik).

Era Sentuh

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Mazmur  62:2

Akhir zaman ini ditandai dengan dimulainya era teknologi layar sentuh (touch screen). Keberadaan perangkat multi sentuh ini menandai bahwa di masa yang akan datang manusia tidak lagi membutuhkan papan ketik. Dengan GPS (global positioning system) orang Inggris bisa mencari anjing mereka yang hilang dengan mudah karena chip yang ditanam di bawah kulit anjing piaraannya. Begitu pula dengan cabang iptek lainnya, di mana manusia menciptakan bubuk ajaib yang menghebohkan dunia dan sempat ditayangkan dalam Oprah Winfrey Show. Bubuk yang ada bawaan DNA manusia, memungkinkan orang bisa membuat saluran kemih baru yang rusak karena cacat bawaan sejak lahir atau menumbuhkan jaringan tubuh lainnya karena luka parah akibat tembakan atau kecelakaan fatal. Bahkan upaya para ahli biotech untuk menciptakan cairan pengganti darah sehingga tidak lagi membutuhkan donor darah, khususnya bagi tentara Amerika yang terluka di medan perang.

Iman Yang Teguh

Firmannya: “Ambilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan ku katakan kepadamu.” Kejadian 22 :2

Kisah Abraham yang diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan anaknya Ishak sebagai korban persembahan merupakan kisah yang sangat sering kita dengar. Kisah ini mempunyai makna yang sangat dalam yang dapat menggambarkan betapa besarnya iman percaya Abraham sehingga dia disebut bapa orang beriman.Dapat dipahami betapa kagetnya ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, yaitu keturunan yang sangat ia kasihi. Perasaan yang campur aduk seperti takut, gelisah, kuatir, marah, kecewa dan lainnya pasti memenuhi hati Abraham, tetapi kita tidak melihat Abraham menunjukkan hal itu. KARAKTER yang baik telah terbentuk dalam dirinya, hal ini dibuktikan melalui sikap dan tindakannya (Kejadian 22:3).

Terlatih Dalam Keserakahan

Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 2 Petrus 2:14

Saat orang berbaris antri untuk mengambil makanan yang disediakan pada acara makan bersama atau saat resepsi pernikahan, ada orang yang mengambil begitu banyak makanan sampai-sampai piringnya terisi penuh memuncak bagai bukit kecil. Jika bisa habis dimakan tidak masalah. tetapi jika tidak, sisanya terbuang sia-sia dalam tumpukan tong sampah. Apa tidak terpikir olehnya mereka yanga antri di belakang, dapat bagian atau tidak? Ambilah secukupnya, biar makanan tidak mubazir dan orang lain juga boleh kebagian jatah. Itu termasuk serahkah dan egois lho…!

Mengasihi

”Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukan apa yang baik bagi semua orang!” (Roma 12:17)

Saya tertawa geli ketika melihat seorang anak kecil yang marah-marah kepada seekor anjing tetangga kami. Ibunya yang melihat hal itu, segera melarang anaknya untuk tidak meladeni anjing itu. Anak itu menjawab, ”Tuh, ma, anjing  itu yang duluan!” Dari satu sisi anak itu benar. Anjing itu memang kelihatan agak galak, selalu menggonggong dan ingin menerkam serta menggigit siapa saja yang tidak dikenalnya, jika lewat dihadapannya. Tetapi tak ada gunanya bagi anak itu untuk ikut-ikutan menjadi galak dan balas menantang anjing itu, bukan? Demikian juga halnya dengan kita. Jangan pernah berpikir bahwa kita harus membalas setiap perbuatan jahat atau perilaku yang tidak baik yang ditujukan kepada kita. Itu hanyalah membuat masalah tidak akan berakhir dan tidak ada gunanya. Bahkan pada akhirnya diri kita sendiri yang akan menderita.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)