Belajar dari Realita Hidup

Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga. (Nehemia 6:9)

Realita dan pengalaman hidup dapat membentuk manusia menjadi tangguh, kuat, tangkas, lebih berhikmat dan bergantung kepada Tuhan. Tak ada seorang pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi dalam hidupnya setiap waktu. Hanya saja yang sudah pasti, selalu ada kebaikan dari Tuhan kalau kita merespons dengan benar. 

Musa telah menyaksikan sendiri penderitaan saudara-saudaranya di Mesir ketika dirinya menjadi putera Firaun. Dengan mengerti penderitaan yang dialami kaumnya, saat ia dipilih Tuhan memimpin pembebasan Israel dari Mesir, Musa memberi diri sambil meminta supaya Tuhan selalu menyertainya. Nehemia pun melewati pergumulan tak kalah hebat dalam misi memperbaiki tembok Yerusalem, kehidupan sosial dan agama. Tapi tantangan demi tantangan kemudian membuatnya mengerti makna berdoa, kesatuan, kerjasama, bertekun, dan bergantung pada Tuhan.

Sekalipun mungkin kita tidak suka atau siap menghadapi realita hidup yang ada, namun lewat pengalaman mereka kita bisa temukan hal baik yang mendatangkan kebaikan, asal kita mau memberi diri untuk belajar dari hal itu. Glenn Cunningham sukses memecahkan rekor dunia lomba lari 1500 meter dengan waktu 248 detik. Ia belajar berlari dan menjadi kuat setelah kejadian pahit yang dialaminya. Saat masih kecil, Glenn berniat menghangatkan tubuh dekat kompor. Ketika ia tuangkan bensin dalam kompor, kompor itu meledak. Kakinya terancam diamputasi. Beruntung lukanya sembuh, tapi dokter pesimis ia bisa berjalan tanpa tongkat, karena kaki kirinya telah menjadi lebih pendek beberapa senti. Terbukti, keinginan belajar, melatih diri dan bersabar menepis kemustahilan itu.

Rekan terkasih, banyak hal bisa saja terjadi dalam hidup ini tanpa pernah kita duga bahkan mungkin tidak kita harapkan. Namun jika kita mau berdoa, membuka mata, melihat, memberi diri untuk belajar dan diajar oleh Tuhan melalui realita kehidupan yang ada, mungkin bukan hari ini tapi suatu saat nanti, kita akan menikmati hasil baiknya.(lr)

DOA: “Tuhan, aku membuka diri untuk belajar dari realita hidup yang Kauperkenankan. Berilahku kekuatan, sebab aku tahu Engkau sedang membentukku untuk kebaikanku. Amin.”

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil