Ringkasan Khotbah

Ringkasan Khotbah, 24 April 2016

KUAT DI DALAM TUHAN
Ayat Pokok: Filipi 4:13
Oleh: Pdt. Markus Situmeang, Medan

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 

Sepanjang hidup, setiap manusia takkan luput dari masalah.  Perbedaannya ialah: sebagai orang percaya, saudara dan saya memiliki Allah yang memberi kekuatan dan kesanggupan untuk mengatasi setiap persoalan yang kita hadapi.  Haleluya! 

Khotbah Minggu, 17 April 2016

KEMURAHAN TUHAN
Ayat Pokok: Matius 5:13
Oleh: Pdt. A.H. Mandey
 
Ucapan Yesus adalah ucapan yang positif dan pasti! FirmanNya, Ya dan Amin!  Jadi, kalau Ia berkata, “Kamu adalah garam dunia”, yakinlah, saudara dan saya adalah garam yang sungguh amat dibutuhkan dunia! 

Dalam Markus 9:50 Tuhan Yesus memberi penjelasan lebih lanjut tentang garam. Garam memang baik; garam harus ada di dalam hidup kita!  “Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?  Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu...”

Khotbah Minggu, 10 April 2016

MATI & DIHAKIMI
Ayat Pokok: Ibrani 9:27
Oleh: Pdt. Tomas Prawoto, Kalimantan Barat

 
Kematian adalah batas hidup manusia.  Kematian bersifat universal: berlaku bagi semua orang!  Dan saat ajal menjemput, tak seorangpun memiliki daya untuk melawan.

"Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”

Khotbah Minggu, 3 April 2016

BERTOBATLAH
Ayat Pokok: Matius 5:13
Oleh:  Pdt. A.H. Mandey
 
Saudara dan saya bukan sekedar mengandung garam.  Saudara dan saya adalah garam!  Tuhan sendiri yang mengucapkannya.  Dan Firman Allah adalah Ya & Amin!  Haleluya! 

Seiring dengan pernyataanNya tentang garam dunia, Tuhan juga memberi peringatan: Hati-hati!  Sebagai garam, saudara dan saya bisa menjadi tawar!  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?  Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Khotbah Minggu, 27 Maret 2016

PASKAH
Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 10:40-42
Oleh: Pdt. Haniel van de Krogt
 
PASKAH adalah Kematian dan Kebangkitan Yesus!  Dua peristiwa puncak yang menuntaskan misi utama Yesus datang ke dunia: menyelamatkan umat manusia yang berdosa. 

“Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.  Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.”

Khotbah Paskah, 25 Maret 2016

PASSOVER
Ayat Pokok: Matius 22:15-23
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Passover berarti “melewati”.  Kematian “melewati” setiap rumah orang Israel yang memiliki tanda darah.  Demikianlah pada malam Paskah, Allah membawa bangsa Israel keluar/”melewati” tanah penderitaan di Mesir menuju tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu.  Haleluya!

“Teologia Salib adalah Teologia Terang,” demikian tulis Martin Luther.  “Kebencian orang-orang Yahudi telah membawa Kristus ke salib”, lanjutnya.  Yesus dipilih dan ditetapkan Bapa untuk menyelamatkan manusia dari penderitaan, perhambaan dosa dan kematian.  Saat Yesus mati di kayu salib, bumi menjadi gelap. Terang ada pada waktu ada kegelapan.  Inilah keindahan kematian Yesus.

Khotbah Minggu, 20 Maret 2016

JANGAN HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI
Ayat Pokok: 1 Petrus 1:17-19
Oleh: Pdt. Zefanya M. Somadjaja
 
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Surat Galatia katakan, jauh sebelum dunia ini diciptakan, Allah sudah menyediakan satu pribadi yang dalam perjanjian lama dilambangkan seekor anak domba, yang menjadi perantara hubungan yang tadinya terputus antara umat dengan Allah, menjembatani dengan binatang korban dimana darahnya dicurahkan menjadi pendamaian, sehingga yang tadinya jauh menjadi dekat, yang tadinya berseteru kembali dipertemukan. Semuanya itu menunjuk tentang apa yang Yesus sudah kerjakan 2000 tahun yang lalu, dan gereja memperingatinya secara rutin dengan mengadakan perjamuan.

Banyak yang menganggap remeh korban Yesus yang mati di atas kayu salib dan tetap mempertahankan hidup yang sia-sia, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). 

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)