|
TUJUAN TUHAN MENENGGELAMKAN KITA DALAM MASALAH
Ayat Pokok: Lukas 5:1-11
Oleh: Pdt. Otto Hutapea, San Francisco
Tuhan seringkali mengijinkan kita mengalami apa yang pernah dialami Petrus: menenggelamkan perahunya! Mengapa? Sebab Ia ingin mengajar saudara dan saya. Itu pula sebabnya kita tidak hanya disebut sebagai umat Tuhan, tetapi juga murid Tuhan.
Kita membaca, di pantai danau Genesaret sekumpulan orang banyak mengerumuni Yesus hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu nelayan di tepi pantai, lalu naik ke dalam salah satu perahu, yaitu perahu Petrus, dan mengajar orang banyak dari atas perahu itu – ayat 1-3.
Kegagalan = Penundaan Keberhasilan
Perhatikan, Tuhan Yesus memilih naik ke atas perahu Petrus – perahu yang telah sepanjang malam dipakai dan tidak mendapat apa-apa! Dalam kegagalannya, Thomas Alva Edison berkata, “Aku tidak gagal! Aku telah menemukan 10.000 cara yang tidak bekerja.” Ia gagal, tetapi tidak pernah menyerah!
Petrus mengalami kegagalan. Tetapi sesungguhnya, di dalam Tuhan tidak ada kegagalan! Yang ada ialah penundaan keberhasilan! Haleluya!
Tujuan Tuhan
Tuhan Yesus tertarik memakai perahu Petrus yang sudah semalam-malaman gagal menangkap seekor ikan pun! Ia memakai perahu Petrus bukan untuk menangkap ikan tetapi untuk mengajar!
Tujuan Tuhan menenggelamkan perahu kehidupan kita, adalah supaya kita:
1. Belajar
Dia mau kita belajar dan memiliki pengetahuan akan Dia. Dia adalah Guru
besar kita! Hosea 4:6 berkata, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal
Allah...”
Tuhan menyuruh Petrus bertolak sedikit jauh dari pantai – ayat 3!
Ia bukannya tidak tahu dan tidak peduli pada Petrus yang lelah setelah
sepanjang malam bekerja keras. Dia tahu semua, bahkan sudah menyiapkan
jalan keluar untuk Petrus! Ia hanya ingin Petrus belajar mengutamakan Tuhan!
Tuhan menghendaki Dia menjadi yang terutama dalam hidup saudara dan saya!
2. Memanfaatkan Kemampuan/Talenta Yang Ada
Tuhan sudah siap memberkati Petrus. Tetapi sebelum mencurahkan berkatNya,
ia menyuruh Petrus bertolak ke tempat yang dalam dan menyebarkan jalanya
– ayat 4.
Tujuan Tuhan adalah untuk memberkati saudara dan saya. Tetapi Ia juga
menghendaki kita secara maksimal memanfaatkan segala kemampuan/talenta yang
kita miliki.
Tuhan mau memakai talenta dan kemampuan yang ada pada kita dan menjadikan
kita berhasil. Tetapi sayang, seringkali kita justru terpaku dan terfokus
pada kelemahan, kekurangan dan kegagalan kita – sama seperti Musa yang terus
mencoba mengelak dari panggilan Allah oleh sebab ia gagap.
3. Belajar Berserah
Setelah mendengarkan ajaran Yesus, perubahan terjadi dalam diri Petrus.
Pertama, ia memanggil dan mengakui Yesus sebagai “Guru”. Kedua, meski ada
pemberontakan dalam jiwa, meski protes, Petrus taat pada perintah Yesus -
“Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap
apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
Dan saat Petrus melakukan perintah Tuhan, mujizatpun terjadi! “Dan setelah
mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala
mereka mulai koyak” – ayat 6
4. Menjadi Saluran Berkat
Ketika menerima berkat yang begitu melimpah, Petrus segera menangkap maksud
Tuhan! Ia segera memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain
supaya datang membantu – ayat 7.
Kita harus mengerti tujuan Allah memberkati kita, yaitu untuk menjadi saluran
berkat bagi orang lain! Jika tidak, perahu kita akan tenggelam! Tuhan mau
saudara dan saya menjadi alatNya; menjadi perpanjangan tanganNya untuk
menjangkau dan memberkati orang lain!
Apa yang terjadi selanjutnya? Perahu teman-teman Petrus pun hampir tenggelam
oleh sebab begitu banyak berkat yang memenuhi perahu mereka! Haleluya! Perahu
mereka hampir tenggelam dengan berkat-berkat Allah!
5. Belajar Mengambil Keputusan Yang Benar
Hidup berarti membuat banyak keputusan. Kehidupanmu tergantung pada
keputusan yang kau ambil. Sekecil apaun keputusan yang harus diambil, pastikan
keputusanmu sesuai dengan Firman Allah.
Petrus dan teman-temannya memutuskan untuk “meninggalkan segala sesuatu, lalu
mengikut Yesus” – ayat 11. Sebuah keputusan yang amat sangat sulit untuk
meninggalkan segala sesuatu! Tetapi mereka telah mengambil keputusan yang
benar!
Sertakan Yesus dalam setiap keputusan saudara. Serahkan semua pada Tuhan.
Seperti Petrus, mari ambil keputusan untuk mengikut Yesus! Puji Tuhan!
Penutup dari bapak Gembala
Saudara yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat, mari terus melangkah maju, lanjutkan perjuangan, jangan mundur setapak juga, sekali Yesus tetap Yesus – sampai kita tiba dan masuk ke dalam surga yang mulia dan kekal.
Haleluya! Tuhan Yesus memberkati saudara!
|