GPdI Ketapang, Jakarta



Haleluya! Ada kuasa dlm pujian & penyembahan kita. Karenanya naikkanlah pujian kpd Tuhan selalu apapun situasi hidupmu.

SMS Roti Surgawi - EKKLEVISION

You are here: Home arrow Khotbah arrow Khotbah Minggu, 14 Februari 2010
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Khotbah Minggu, 14 Februari 2010 PDF Print E-mail

pdt_otto_hutapea.jpgTUJUAN TUHAN MENENGGELAMKAN KITA DALAM MASALAH
Ayat Pokok: Lukas 5:1-11
Oleh: Pdt. Otto Hutapea, San Francisco



Tuhan seringkali mengijinkan kita mengalami apa yang pernah dialami Petrus: menenggelamkan perahunya!  Mengapa?  Sebab Ia ingin mengajar saudara dan saya.  Itu pula sebabnya kita tidak hanya disebut sebagai umat Tuhan, tetapi juga murid Tuhan.

Kita membaca, di pantai danau Genesaret sekumpulan orang banyak mengerumuni Yesus hendak mendengarkan firman Allah.  Ia melihat dua perahu nelayan di tepi pantai, lalu naik ke dalam salah satu perahu, yaitu perahu Petrus, dan mengajar orang banyak dari atas perahu itu – ayat 1-3.

Kegagalan = Penundaan Keberhasilan
Perhatikan, Tuhan Yesus memilih naik ke atas perahu Petrus – perahu yang telah sepanjang malam dipakai dan tidak mendapat apa-apa!  Dalam kegagalannya, Thomas Alva Edison berkata, “Aku tidak gagal!  Aku telah menemukan 10.000 cara yang tidak bekerja.”  Ia gagal, tetapi tidak pernah menyerah!

Petrus mengalami kegagalan.  Tetapi sesungguhnya, di dalam Tuhan tidak ada kegagalan!  Yang ada ialah penundaan keberhasilan!  Haleluya!

Tujuan Tuhan
Tuhan Yesus tertarik memakai perahu Petrus yang sudah semalam-malaman gagal menangkap seekor ikan pun!  Ia memakai perahu Petrus bukan untuk menangkap ikan tetapi untuk mengajar!

Tujuan Tuhan menenggelamkan perahu kehidupan kita, adalah supaya kita:
1. Belajar
   Dia mau kita belajar dan memiliki pengetahuan akan Dia. Dia adalah Guru
   besar kita! Hosea 4:6 berkata, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal
   Allah...”

 
   Tuhan menyuruh Petrus bertolak sedikit jauh dari pantai – ayat 3!
   Ia bukannya tidak tahu dan tidak peduli pada Petrus yang lelah setelah
   sepanjang malam bekerja keras.  Dia tahu semua, bahkan sudah menyiapkan
   jalan keluar untuk Petrus! Ia hanya ingin Petrus belajar mengutamakan Tuhan!
   Tuhan menghendaki Dia menjadi yang terutama dalam hidup saudara dan saya!

2. Memanfaatkan Kemampuan/Talenta Yang Ada
   Tuhan sudah siap memberkati Petrus. Tetapi sebelum mencurahkan berkatNya,
   ia menyuruh Petrus bertolak ke tempat yang dalam dan menyebarkan jalanya
   – ayat 4. 

   Tujuan Tuhan adalah untuk memberkati saudara dan saya. Tetapi Ia juga
   menghendaki kita secara maksimal memanfaatkan segala kemampuan/talenta yang
   kita miliki.

   Tuhan mau memakai talenta dan kemampuan yang ada pada kita dan menjadikan
   kita berhasil. Tetapi sayang, seringkali kita justru terpaku dan terfokus
   pada kelemahan, kekurangan dan kegagalan kita – sama seperti Musa yang terus
   mencoba mengelak dari panggilan Allah oleh sebab ia gagap.

3. Belajar Berserah
   Setelah mendengarkan ajaran Yesus, perubahan terjadi dalam diri Petrus.
   Pertama, ia memanggil dan mengakui Yesus sebagai “Guru”. Kedua, meski ada
   pemberontakan dalam jiwa, meski protes, Petrus taat pada perintah Yesus -
   “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap
   apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 


   Dan saat Petrus melakukan perintah Tuhan, mujizatpun terjadi! “Dan setelah
   mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala
   mereka mulai koyak”
– ayat 6

4. Menjadi Saluran Berkat
   Ketika menerima berkat yang begitu melimpah, Petrus segera menangkap maksud
   Tuhan! Ia segera memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain
   supaya datang membantu – ayat 7. 

   Kita harus mengerti tujuan Allah memberkati kita, yaitu untuk menjadi saluran
   berkat bagi orang lain! Jika tidak, perahu kita akan tenggelam! Tuhan mau
   saudara dan saya menjadi alatNya; menjadi perpanjangan tanganNya untuk
   menjangkau dan memberkati orang lain!

   Apa yang terjadi selanjutnya?  Perahu teman-teman Petrus pun hampir tenggelam
   oleh sebab begitu banyak berkat yang memenuhi perahu mereka! Haleluya! Perahu
   mereka hampir tenggelam dengan berkat-berkat Allah!

5. Belajar Mengambil Keputusan Yang Benar
   Hidup berarti membuat banyak keputusan. Kehidupanmu tergantung pada 
   keputusan yang kau ambil. Sekecil apaun keputusan yang harus diambil, pastikan 
   keputusanmu sesuai dengan Firman Allah. 

   Petrus dan teman-temannya memutuskan untuk “meninggalkan segala sesuatu, lalu
   mengikut Yesus” – ayat 11. Sebuah keputusan yang amat sangat sulit untuk
   meninggalkan segala sesuatu! Tetapi mereka telah mengambil keputusan yang
   benar! 

   Sertakan Yesus dalam setiap keputusan saudara. Serahkan semua pada Tuhan.
   Seperti Petrus, mari ambil keputusan untuk mengikut Yesus! Puji Tuhan!

Penutup dari bapak Gembala
Saudara yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat, mari terus melangkah maju, lanjutkan perjuangan, jangan mundur setapak juga, sekali Yesus tetap Yesus – sampai kita tiba dan masuk ke dalam surga yang mulia dan kekal. 
Haleluya! Tuhan Yesus memberkati saudara! 

 
< Prev   Next >
Share |


Gembala

  pdt_ah_mandey.jpg
  Pesan Awal Tahun 2010 Pdt. A.H. Mandey kepada Jemaat Ketapang:

Lanjutkan perjuanganmu bersama YESUS...


Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh. 
Filipi 3:16