GPdI Ketapang, Jakarta



Haleluya! Inilah hukum KASIH: Berkatilah dan jangan mengutuki mereka yg telah berbuat jahat kepada kita.

SMS Roti Surgawi - EKKLEVISION

You are here: Home arrow Khotbah arrow Khotbah Minggu, 27 Juni 2010
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Khotbah Minggu, 27 Juni 2010 PDF Print E-mail

DASAR & PRINSIP HIDUP YANG DIBERKATI
Ayat Pokok: Kejadian 41:37-39
Oleh: Pdt. Yusak Basay, Kalimantan Timur


Kita semua akrab dengan riwayat perjalanan hidup Yusuf sejak dijual oleh saudara-saudaranya sampai dijebloskan ke dalam penjara.  Satu perjalanan panjang dan berat yang akhirnya berbuah manis. 

Kualitas Seorang Yang Penuh Roh Allah
Perjalanan hidup yang keras dan tidak adil, tidak membuat Yusuf pahit.  Pengalaman itu justru menempa dan menjadikan Yusuf seorang beriman yang kualitasnya diakui oleh seorang raja kafir – “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” 

Dan Yusuf pun dipercaya menjadi kuasa atas istana raja Firaun.  Hanya takhta yang membedakan kedudukan Yusuf dari Firaun.  Luar biasa!

Ketika akhirnya bertemu dengan kakak-kakak kandung yang telah menjualnya, Yusuf tidak menganggapnya sebagai kesempatan untuk balas dendam!  Katanya, “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.  Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu…” – Kejadian 45:4-5.

Sebagai orang percaya, sudahkah kita menjadi terang yang memancarkan pribadi Kristus kepada orang-orang sekitar?  Dapatkah mereka mengatakan hal yang sama tentang saudara dan saya?  “Seorang yang penuh dengan Roh Allah!”
Rahasia Keberhasilan Yusuf

Mari perhatikan rahasia keberhasilan Yusuf.  Apa yang menjadi dasar dan prinsip hidup yang menjadikan Yusuf seorang yang diberkati?
1. Didasari Roh Allah/Roh Kudus
   Firaun, raja Mesir, mengakui Yusuf sebagai seorang yang penuh dengan Roh Allah,
   sebab hidupnya didasari oleh Roh Allah! Roh Kudus yang ada di dalamnya memberi
   kekuatan dan kemampuan untuk menempatkan diri dengan baik dalam segala situasi. 
   Sejak berdiri, gereja Pantekosta pun didasari oleh kekuatan Roh Kudus.
2. Mengucap Syukur Dalam Segala Sesuatu
   Samasekali tidak ada ayat yang mencatat Yusuf mengeluh atau membela diri atas
   banyak ketidak-adilan dan kepahitan yang dialaminya. Mengapa? Sebab ia terlalu
   percaya dan amat yakin atas pemeliharaan Tuhan. Yusuf sangat percaya Allah
   memegang kendali atas segala sesuatu; Dia mengetahui dan memperhatikan.
3. Rendah Hati
   Setelah terpisah sekian lama, lalu akhirnya bertemu dengan saudara-saudaranya
   di Mesir, hal pertama yang dikatakannya ialah: “Akulah Yusuf! Masih hidupkah
   bapa?” Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut
   dan gemetar menghadapi Yusuf yang saat itu adalah penguasa nomor dua di
   seluruh negeri! 

   Ucapan Yusuf selanjutnya menunjukkan kerendahan-hatinya. Katanya, “Tetapi
   sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu
   menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku
   mendahului kamu.” Yusuf seolah ingin menekankan peran dan kontribusi saudara-
   saudaranya atas keberhasilan yang diperolehnya!

Yusuf dapat menerjemahkan segala sesuatu yang dialaminya, termasuk semua kepahitan hidup/rintangan/cobaan sebagai batu loncatan untuk menghasilkan yang terbaik pada waktunya!

Yusuf mengerti bahwa untuk mencapai kesempurnaan dan kedewasaan rohani, ia harus melewati proses panjang yang seringkali menyakitkan.  Fondasi iman yang kuat menjadikannya seorang beriman yang tak tergoyahkan. 

Pengalaman hidup saudara mungkin tidak jauh beda dengan pengalaman Yusuf.  Bagaimana saudara menghadapinya?  Mari teladani sikap Yusuf saat menghadapi pencobaan. 

Roh Kudus yang ada dalam diri saudara dan saya kiranya menguatkan dan memampukan kita untuk tetap bersukacita dan mengucap syukur dengan segala kerendahan-hati.  Dan kita akan keluar sebagai pemenang: tak terkalahkan oleh kesukaran dan kepahitan hidup!  Sekali Yesus, Tetap Yesus!  Haleluya!

Seorang beriman yang penuh dengan Roh Allah!  Puji Tuhan!  Tuhan Yesus memberkati saudara!

 
< Prev   Next >
Share |


Gembala

  pdt_ah_mandey.jpg
  Pesan Awal Tahun 2010 Pdt. A.H. Mandey kepada Jemaat Ketapang:

Lanjutkan perjuanganmu bersama YESUS...


Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh. 
Filipi 3:16