| Khotbah Minggu, 11 Juli 2010 |
|
|
|
|
Saat berada di puncak pelayanan, tiba-tiba Petrus berbalik arah! “Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau…" Petrus dan sebagian besar murid lain adalah penjala ikan sebelum menerima panggilan Yesus untuk menjadi penjala manusia. Mereka meninggalkan pekerjaan lama untuk menerima pekerjaan baru yang lebih menantang dan menarik. Sesungguhnya tidak ada pekerjaan yang lebih mulia selain melayani Tuhan! Saat berada di puncak pelayanan – jika tidak waspada; saat visi untuk mengiring dan melayani Tuhan mulai pudar – saudara dan saya pun tidak kebal pada tantangan dunia! Saat pandangan tidak lagi terarah pada Yesus, kita akan kehilangan wibawa Illahi!
Petrus memutuskan untuk kembali ke profesi lama. Dan yang lebih parah, teman-temannya mengikuti jejaknya! Kematian Yesus memupuskan pengharapan mereka! Padahal berulang kali Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga! Tak peduli seberapa tinggi kepandaian, kekayaan atau kedudukan saudara, keberhasilan dan kemenangan hanya ada di dalam Yesus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita! “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” - Yohanes 15:5. Seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun menunjukkan niat yang timbul dalam hatinya dengan tindakan nyata: menyentuh ujung jubah Yesus – meski dengan amat susah payah – dengan harapan beroleh kesembuhan. Dan usahanya membuahkan hasil: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” - Matius 9:20-22.
Tuhan menghargai dan akan memberkati, ketika niat saudara untuk hidup suci dan setia, diwujudkan dalam tindakan! Berbanding terbalik dengan Petrus, Paulus adalah seorang yang mulanya bertemperamen tidak baik. Tetapi ketika ia mendengar suara Tuhan dan dijamah, perubahan drastis terjadi. Yang semula tidak layak menjadi layak di hadapan Tuhan! Paulus menjadi seorang rasul besar yang penuh wibawa Ilahi. Saat seorang tetap tinggal dalam Tuhan, semakin memiliki wibawa Ilahi!
Kiranya Firman Allah senantiasa ada dalam hati dan pikiranmu; pandangan tetap tertuju pada Yesus. Dan saudara akan memetik buah yang manis: dipenuhi dengan wibawa Allah. Jangan pernah berpikir untuk kembali pada kehidupan lama! Seperti telah dicanangkan oleh bapak gembala, mari perbaharui tekad & komitmen: SEKALI YESUS, TETAP YESUS! Sekali Melayani, Tetap Melayani! Haleluya!
Kesetiaan rasul Paulus diperhitungkan dan dianggap Tuhan layak, sehingga ia dipercaya untuk melayani Tuhan! Kolose 3:1-2 mengingatkan: Saudara dan saya yang telah dibangkitkan bersama Kristus, kita harus mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi! Ijinkan Kristus mengendalikan seluruh aspek kehidupan pribadi dan keluarga kita, maka janji Firman Tuhan akan digenapi dalam hidupmu!
Berbagai masalah, tantangan dan ujian bisa datang kapan saja. Jangan takut dan gentar! Jangan mundur dan kembali pada kehidupan lama! Tetaplah setia! Tetap pandang Yesus! Dia lah satu-satunya Penolong yang setia. “Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” – Ibrani 13:5. Puji Tuhan! |
| < Prev | Next > |
|---|

Pesan Awal Tahun 2010 Pdt. A.H. Mandey kepada Jemaat Ketapang:
Lanjutkan perjuanganmu bersama YESUS...
| Khotbah |
| Kesaksian |
| Pelajaran Alkitab |
| Artikel |
| Ingin Tahu? |
| Renungan Minggu Ini |
| Info Sehat |
| Berita |
| Permohonan Doa |
| Keselamatan |
| Photo Gallery |
| Download |
| Alkitab Online |
| Literature |
| Audio Video |