


| Bercanda |
|
|
|
|
Awalnya masing-masing pribadi yang terlibat bisa menerima kata demi kata yang keluar, dan membalasnya dengan muatan bicara yang tidak kalah sarkas. Namun dalam beberapa menit ke depan, lidah yang tak bertulang ini bisa menyebabkan dan menggerakkan benda-benda keras untuk ambil bagian dalam mempertahankan ego dan meluapkan emosi masing-masing, dengan melukai bukan hanya perasaan saja tetapi fisik juga. Itulah pertengkaran. Tanpa disadari dan tanpa persiapan antisipatif, gurauan/ bercanda telah menyeret ‘kapal kepribadian’ pihak yang terlibat ke dalam pusaran gelombang angin keras yang merusak. Hati menjadi keras sehingga teman yang tadinya hanya menjadi lawan bicara berubah menjadi lawan berbahaya yang dapat membinasakan, sehingga perlu dibinasakan lebih dahulu. Dalam hal ini Alkitab berkata benar, bahwa hanya dengan sebuah alasan bersenda gurau sesama manusia telah saling memperdaya. Tidak kebetulan jika ternyata Kamus Besar Bahasa Indonesia, memberi definisi lain untuk “Canda” dengan kosakata “Tombak pendek”, karena rupanya kata-kata yang keluar dalam bentuk canda ini berpotensi melukai lawan bicaranya, baik secara psikis maupun fisik pada akhirnya. Sebagai anak Tuhan, yang telah diangkat ke tempat terhormat dengan pengorbanan-Nya yang mahal, tentu tidak ingin mendapat predikasi “gila” sebagaimana tertulis dalam ayat pokok diatas, hanya karena bercanda. Memang tidak semua candaan mengelompokkan pesertanya sebagai orang gila, karena orang gila sendiri sulit untuk bercanda. Namun jika akibat gurauan kita membuat perilaku orang lain tidak waras, maka kitalah orang gila itu yang dengan sadar dan tanpa antisipasi, membangun pagar pemisah terhadap ikatan kasih.
Itu sebabnya saudara jagalah mulut kita dengan pengertian akan hubungan baik dan kasih kepada sesama, karena mulut adalah pintu gerbang hubungan sosial. (HJVDK) |
| < Prev | Next > |
|---|
“ Saya berlangganan dan sangat diberkati oleh renungan SMS Roti Surgawi. Sy biasa fwd SMS-nya ke Canada, Kuala Lumpur, dll. Saya fwd kepada keluarga dan rekan bisnis saya. Saya rindu mereka dibekali Firman setiap hari.”
05.30 WIB Umum I
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
08.15 WIB Umum II
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)
| Khotbah |
| Kesaksian |
| Pelajaran Alkitab |
| Artikel |
| Ingin Tahu? |
| Renungan Minggu Ini |
| Info Sehat |
| Berita |
| Permohonan Doa |
| Keselamatan |
| Photo Gallery |
| Download |
| Alkitab Online |
| Literature |
| Audio Video |