|
Bulan Januari yang lalu saya mengambil cuti. Sepulang saya cuti dari Makassar saya masih merasa badan saya tetap fit dan siap untuk masuk kerja lagi. Tapi kemudian keesokan siangnya tiba-tiba saya merasa badan saya panas dan agak demam. Saya berpikir itu demam biasa, tapi ternyata tidak. Sore harinya badan saya makin terasa panas. saya kemudian ke dokter yg ada di dekat rumah. Namun sampai keesokan sore tetap tidak ada perubahan, badan saya tetap panas.
Kemudian saya ke rumah sakit. Waktu itu saya minta untuk disuntik karena biasa kalau badan saya panas kemudian disuntik besoknya langsung segar. Ternyata ini berbeda sebab sampai keesokan harinya badan saya tetap panas. Saya dibawa lagi ke rumah sakit yang berbeda. Sesampai di rumah sakit dokter langsung memeriksa dan dari hasil lab ternyata saya terkena demam berdarah. Pada saat itu trombosit saya 56.000. Saya tidak diperbolehkan untuk pulang lagi dan harus di opname.
Sehari di opname trombosit saya tidak langsung naik tapi malah bertambah turun sampai akhirnya tinggal 6000. Waktu itu dokter langsung melakukan transfusi trombosit sebanyak 5 kantong. Perlahan trombosit saya sudah mulai naik dan hari ke delapan saya sudah boleh pulang.
Awalnya saya berpikir bahwa sakit saya itu biasa saja. Sampai kemudian waktu saya kontrol kembali dan saya bertanya pada dokter kok kepala saya masih agak pusing. kemudian dokter langsung menjelaskan bahwa hal itu tidak masalah itu efek karena kondisi saya waktu itu kritis karena trombosit saya tinggal 6000. Biasanya trombosit dibawa 10.000 orang sudah tidak sadar dan mengeluarkan darah dari hidung atau organ lainnya. Memang waktu itu dokter sudah menyiapkan saya ruang ICU kalau sampai saya tidak sadar. Bahkan waktu itu dokter sempat mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu kan kita dengar di tv bahwa presdir salah satu perusahaan otomotif meninggal karena trombositnya tinggal 5000.
Puji Tuhan saya tidak mengalami semuanya itu. Sepulang dari kontrol saya langsung merenungkan bahwa barusan saja saya mengalami mujzat yang luar biasa dimana saya telah disembuhkan dan dibebaskan dari maut. Puji Tuhan! "Apabila aku jatuh tak sampai tergeletak sbab Tuhan Menopang tanganku" dan saya juga teringat apa yang Gembala katakan bahwa kita bisa knock down tapi tidak akan knock out. Puji Tuhan. #Youri K#
|