Heilgeschichte

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kisah 4:12)

Pada hakekatnya, kekristenan adalah suatu agama yang berkaitan erat dengan sejarah. Wahyu Allah yang diberitakan, tidak diberikan dalam sesuatu yang hampa; namun dalam fakta sejarah yang mengisahkan sesuatu, yakni melalui satu bangsa bernama Israel, dan seterusnya seorang pribadi yang dinamai Y E S U S.

Perhatian Alkitab, dengan segala tulisan yang diilhamkan Allah (II Timotius 3:16) bukan pada hikmat, kekuatan maupun kekayaan dunia, tetapi pada keselamatan yang dari Allah. Sebab itu pula, sejarah Alkitab adalah Heilgeschichte: kisah keselamatan. Dari sudut pandang Allah, Alkitab mengisahkan seluruh kisah manusia dari permulaan hingga akhir. Dari awal, ketika “Allah menciptakan langit dan bumi” sampai kepada akhirnya ketika DIA akan menciptakan “langit yang baru dan bumi yang baru”  (Kejadian 1:1, banding dengan Wahyu 21:1,5).

Kekristenan membagi sejarah menjadi Sebelum Masehi (Anno Mundi) dan sesudahnya (Anno Domini), menunjukkan kepada masa sebelum dan sesudah Kristus; karena keyakinan bahwa kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia ini merupakan titik pemisah sejarah. Sama halnya dengan hidup Yesus Kristus yang membagi Alkitab menjadi dua bagian: Perjanjian Lama yang menatap ke depan dalam mempersiapkan kedatangan-Nya; dan

Perjanjian Baru yang menceritakan hidup, kematian dan kebangkitan-Nya.  Dalam zaman dahulu (various times), yaitu zaman Perjanjian Lama, Allah memanifestasikan Diri-Nya melalui Firman-Nya kepada leluhur kita dengan perantaraan nabi-nabi; tetapi pada zaman akhir ini (these last days), yaitu zaman Perjanjian Baru, Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya: Yesus Kristus, TUHAN kita!  (Lihat Ibrani 1:1-7).

Marilah merayakan Natal tahun ini dengan pandangan yang melihat kembali kepada Kayu Salib. Di sana YESUS mencurahkan Darah-Nya yang mulia, indah dan agung (the precious blood of Christ  -I Petrus 1:18,19) demi memperjuangkan keselamatan kita bersama!(NVDK)

Doa: Tuhan Yesus Natal adalah peringatan kelahiranMu, tetapi aku mau merayakannya dengan bersyukur Engkau bersedia mati untuk semua dosaku dan jadikanku anakMu. Amin.