Dibuat Berhasil

… apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:3)

Semua orang tidak suka dengan kegagalan. Lalu, apakah ada contoh dalam Alkitab yang hidupnya selalu dibuat Tuhan berhasil? Jawabnya: ada, orangnya bernama: Yusuf.

Kita tahu cerita tentang Yusuf. Ia dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, kemudian dijual kepada kafilah orang Ismael dan terdampar sebagai budak di rumah Potifar. Alkitab menulis tentang Yusuf di rumah Potifar: “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; …” (Kejadian 39:2). Karena fitnah istri Potifar Yusuf dipenjarakan. Di dalam penjara Alkitab kembali bersaksi: “Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” (Kejadian 39:23). Karena Tuhan Yusuf dapat menafsirkan mimpi juru minuman dan juru roti Firaun. Keberhasilannya menafsirkan mimpi mereka membawanya ke hadapan Firaun dan berhasil menafsirkan mimpi Firaun. Firaun lalu mengangkat Yusuf sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. Meskipun ada kisah pahit – dibuang ke dalam sumur, jadi budak, dan dipenjarakan; banyak orang ingin sukses seperti Yusuf.

Apa sebenarnya rahasia Yusuf sehingga ia berhasil? Mazmur 1:2-3 menjelaskan, orang yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan dan merenungkannya, hidupnya akan dibuat Tuhan berhasil. Alkitab memang tidak mencatat Yusuf merenungkan Taurat Tuhan. Sebab zaman Yusuf Taurat belum turun. Kesamaannya adalah Yusuf percaya kepada mimpi dari Tuhan. Bukan kepada mimpinya ia beriman, tetapi kepada Tuhan yang telah berjanji melalui mimpi. Dibuang, jadi budak dan dipenjarakan, dapat membuat Yusuf kecewa kepada Tuhan. Tetapi semua peristiwa getir hidupnya tidak membuatnya menjauh dari Tuhan. Yusuf justru semakin dekat dengan Tuhan. Buktinya, kepada saudara-saudaranya akhirnya Yusuf berkata: “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20). Jika kita ingin berhasil cintailah Tuhan, bahkan di saat paling getir di hidup kita. (tw)

DOA : “Tuhan Yesus, bagi-Mu tidak ada yang mustahil. Aku percaya Engkau akan ubahkan kegagalanku menjadi sebuah keberhasilan. Amin.”