Berita Tentang Salib


Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)

Gambar salib seringkali digunakan oleh banyak orang yang tidak mengerti dengan benar arti salib yang sesungguhnya. Benda-benda berbentuk salib pun digunakan sebagai perhiasan di leher atau di telinga, bahkan ada yang menggambar tattoo salib pada badan mereka. Rasul Paulus menyatakan kepada jemaat di Korintus dalam teks di atas mengenai kebodohan yang terjadi bagi mereka yang akan binasa, karena mereka tidak tahu arti salib tersebut, tetapi hanya memakainya sekedar hiasan atau gambar saja.

Salib adalah lambang penderitaan yang dialami oleh Yesus karena di sana Dia telah mati disalibkan. Ia menanggung hukuman kutuk dosa manusia agar mereka diselamatkan dari hukuman tersebut. Yesus adalah “Anak Domba Allah” yang ditetapkan oleh Allah sebagai korban penebus dosa, agar manusia yang berdosa menerima pengampunan dan beroleh hidup yang kekal jika percaya dan menerima Dia (Yohanes 3:16). Dia tergantung di kayu salib, darahnya tertumpah karena kasih-Nya kepada kita semua. Dia menyerahkan hidup-Nya kepada Allah, sebagai bukti bahwa Dia telah melaksanakan perintah Allah yang telah ditetapkan Bapa sejak kejatuhan manusia dalam dosa di Taman Eden.

Bagaimanakah dengan sikap Anda terhadap salib Kristus? Apakah Anda tidak peduli dan menganggapnya tidak berarti apa-apa, seperti yang dilakukan oleh mereka yang tidak mengenal Yesus dan tidak percaya kepada-Nya? Rasul Paulus dengan menangis dan berduka mengatakan kepada jemaat di Filipi bahwa saat ini banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Mereka melawan, melecehkan dan menganggap hina salib Kristus demi mengejar keinginan duniawi, dan akhirnya mengalami kebinasaan (Filipi 3:18-19).

Pemberitaan tentang salib Kristus seringkali dianggap angin lalu dan merupakan kebodohan untuk percaya kepadanya. Tetapi bagi kita yang telah diselamatkan, pemberitaan salib Kristus merupakan kekuatan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang berdosa. Mari kita tinggikan dan muliakanlah salib-Nya, karena oleh salib-Nya kita diselamatkan dan menerima pengampunan dosa. Rendahkanlah diri kita di bawah kaki salib Kristus. (phm)

DOA: “Aku menyerahkan diriku di bawah kaki salib-Mu yang agung dan mulia itu, karena salib-Mu berkuasa untuk menyelamatkan dan mengubah hidupku ini. Amin.”