Khotbah Minggu, 22 Januari 2017

PEMULIHAN
Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 3:21
Oleh: Pdt. Paulus Ogino Runkat

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu – Kisah Para Rasul 3:21.

Pemulihan
Pemulihan berarti mengembalikan sesuatu ke kondisi semula.  Dan Firman Tuhan mencatat, Tuhan Yesus baru akan datang kembali setelah segala sesuatu dipulihkan. 

Kali ini saya ingin kita belajar dari pengalaman hidup bangsa Yehuda seperti yang ditulis nabi Ezra.  Bangsa Yehuda dipulihkan Tuhan, setelah sengsara menderita dalam pembuangan di Babel.

1. Menyembah Ilah Lain
Bangsa Yehuda dibuang dan menjadi tawanan di Babel akibat tidak lagi percaya pada Allah YEHOVA; dan malah menyembah illah-illah lain.  Menyembah ilah lain adalah salah satu perbuatan yang sangat menyakiti hati Tuhan!

“Juga janganlah kamu mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepadanya; janganlah kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu, supaya jangan Aku mendatangkan malapetaka kepadamu” – Yeremia 25:6-7.
Seringkali tanpa sadar kita lebih mendahulukan dan memuja sesuatu yang berasal dari dunia – entah itu orang atau benda, lebih daripada Tuhan.  Mari introspeksi diri.  Jadikan Tuhan sebagai satu-satunya pusat penyembahan kita.

2. Mengabaikan Hari Sabat
Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan bagi Tuhan, dimana kita berhenti bekerja untuk beribadah kepada Tuhan.

Ketentuan Tuhan tentang hari Sabat:
“tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.”  Enam hari lamanya Tuhan bekerja menciptakan langit, bumi dan segala isinya, lalu berhenti pada hari ketujuh. “Itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” – Keluaran 20:10-11.

Selama kurang lebih 490 tahun (tahun 1096 – 606 Sebelum Masehi) bangsa Yehuda mengabaikan hari Sabat.  Maka 70 tahun (1/7 x 490 tahun) lamanya Tuhan mengijinkan mereka menjadi tawanan di Babel.

Mari, jangan tinggalkan ibadah kita – Ibrani 10:25, apalagi kemudian menyembah ilah-ilah lain!  Jangan sampai murka Tuhan turun, seperti yang dialami bangsa Yehuda.

3. Memperbaiki Bait Allah
Setelah 70 tahun bangsa Yehuda hidup sengsara sebagai tawanan, Tuhan memakai nabi Ezra untuk membawa mereka kembali ke Yerusalem.  Dan hal pertama yang menjadi fokus Ezra ialah membangun kembali Bait Allah yang telah rusak!

Yang perlu dipulihkan bukan hanya Bait Allah secara fisik tetapi juga Bait Allah dalam arti rohani yaitu diri kita!  Sebab saudara dan saya adalah bait Allah di mana Roh Allah diam di dalamnya – 1 Korintus 3:16.

Karena tubuh kita adalah bait Allah maka kita harus menyucikan diri.  Caranya?  Dengan memisahkan diri dari segala yang najis, termasuk perkawinan campuran seperti yang telah dilakukan bangsa Yehuda – Ezra 10.

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu” – 2 Korintus 6:17.

4. Kembali Kepada Firman Tuhan
“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel” – Ezra 7:10

Ezra bertekad hendak memenuhi dirinya dengan kebenaran Allah sekaligus menjadi teladan bagi bangsanya, sebagai pelaku Firman.

Saat umat Tuhan kembali kepada Firman Allah, menjadi pelaku Firman yang setia, maka Tuhan akan memulihkan gerejaNya: sempurna, tak bercacat, tak bernoda.  Dan saat itu terjadi, kita akan melihat Dia datang kembali untuk menjemput saudara dan saya.

Puji Tuhan!  Tuhan Yesus memberkati saudara sekalian.