Allah Setia

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13b)

Di hari yang baru ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengingat kembali akan kebaikan yang pernah Anda terima dari Tuhan. Beberapa kebaikan tentu akan terasa lebih spesial bagi kita. Mungkin itu kelahiran anak yang Anda dambakan, pernikahan dengan pujaan hati Anda, kelulusan sekolah, hadiah spesial di hari ulang tahun Anda beberapa waktu lalu, bonus yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya, kenaikan jabatan atau yang lainnya.

Akan lebih baik bila Anda bisa membaca kembali catatan harian pribadi Anda, dalam buku khusus bernama “Dear Diary”. Beberapa waktu lalu, saat mencari sesuatu di rak belakang, saya menemukan buku harian saya semasa kuliah sastra dulu. Saya pun teringat akan sebuah peristiwa menyakitkan yang pernah saya lalui menjelang kelulusan. Peristiwa pahit itu kini justru membuat saya terkagum akan cara Tuhan menolong saya untuk keluar dari tumpukan masalah yang menindih berat hidup saya kala itu. Ya, itulah hebatnya Tuhan! Dia selalu punya cara untuk menolong kita, kapan pun, di mana pun, bagaimanapun keadaannya. Ternyata, dalam segala keadaan, manis maupun pahit, suka ataupun duka, baik dan buruk, ucapan syukur adalah harga mutlak yang pasti bisa kita naikkan pada Tuhan, meskipun waktunya telah lama berlalu. Kesetiaan Allah sungguh terbukti di sepanjang jalan kehidupan kita.

Saya berdoa, semoga di sepanjang embara hidup kita hari ini, Roh Kudus mengingatkan kita akan peristiwa-peristiwa yang pernah kita lalui di waktu lampau, apapun itu, yang belum sempat kita syukuri. Utamanya untuk kejadian pilu yang sulit sekali kita lalui, tetapi yang nyatanya telah kita lewati dengan pertolongan Tuhan. Ingatlah bahwa Allah setia. Dia menciptakan kita segambar dengan-Nya, menjagai kita bagai biji mata-Nya sendiri, melukiskan kita di telapak tangan-Nya, menangis bersama kita saat kepedihan menghampiri kita serta selalu memikirkan yang terbaik bagi kita. Percayalah, segala keadaan pasti bisa kita syukuri, bila kita terus melihat kesetiaan Allah. Ayub, Yusuf, Paulus, Yefta, Yabes dan sederetan panjang nama-nama lain dalam Alkitab telah membuktikan betapa setianya Tuhan Allah. Anda dan saya, keluarga dan semua orang di sekitar kita juga bisa menambah panjang deretan nama itu. Nama-nama orang-orang yang menyaksikan kesetiaan Allah. (em)  

DOA: “Roh Kudus, ingatkanku akan peristiwa-peristiwa lalu yang belum kusyukuri, sebab aku yakin dan percaya bahwa Tuhan Allahku adalah Allah yang setia, termasuk dalam hidupku pribadi. Amin.”