Di Balik Pujian

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:1-2)

Maraknya lagu-lagu rohani yang ada saat ini, baik yang dikemas dalam bentuk kaset, CD, DVC bahkan yang di-upload di media sosial cukup menarik minat pembeli. Sayangnya tak kurang pula orang yang sekarang lebih suka mendengarkan lagu-lagu rohani tersebut, saat gundah atau sebagai pengantar tidur, dibandingkan memuji Tuhan menggunakan mulutnya sendiri. Padahal firman Tuhan mengatakan, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku!” Mendengarkan lagu-lagu rohani tidak salah, tapi jangan sampai itu mengurangi minat buat memuji Tuhan dengan mulut kita sendiri, sebab saat jiwa kita berkomunikasi dengan Tuhan melalui lagu rohani yang kita nyanyikan dengan iman, Tuhan ada dan kuasa-Nya bekerja di dalam kita.  

Saat melawat rekan seiman yang kebetulan suka menyanyi, sebelum diadakan ibadah singkat, seorang pelayan Tuhan berkata, “Mari, gunakan mulut kita untuk memuji Tuhan, sebab sekarang ini banyak orang lebih senang mendengar nyanyian lewat radio, tape atau CD. Bahkan mendengar bisa sampai tertidur! Tak ada larangan, tapi Tuhan juga mau kita gunakan mulut kita bernyanyi untuk-Nya.” Bapak yang terbaring lemah merespons sangat baik. Meski napas agak tersengal-sengal ia memuji Tuhan. Beberapa hari kemudian peristiwa mengharukan terjadi. Bapak itu tidak mampu lagi membuka mulut. Sebelah matanya pun tertutup rapat. Namun seiring alunan pujian wajahnya berubah damai. Kuasa yang dahsyat mengalir dalam pujian. Ia bereaksi! Air matanya menetes, mata dan mulutnya terbuka seolah ingin berucap. Pujian-pujian lebih dari satu jam, menghantarnya pada Tuhan tanpa tersirat penderitaan.

Rekan terkasih, masih adakah kerinduan dalam diri kita untuk mengalunkan puji-pujian bagi Tuhan? Terlebih saat kita berada dalam kesesakan, sakit atau terhimpit beban berat. Firman Tuhan dalam Mazmur mencatat, pujilah Tuhan hai jiwaku, pujilah Tuhan hai pejabat-pejabat-Nya, pujilah Tuhan hai segala buatan-Nya, angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah Tuhan. Memang baik mendengarkan lagu-lagu rohani, tapi lebih dari itu Tuhan mau alunan pujian dari mulut kita. Dalam segala keadaan, gunakanlah mulut kita untuk memuji Tuhan selagi masih bisa bersuara dan nikmati lawatan kuasa Tuhan. (lr)    

DOA: “Aku bersyukur dan memuji Engkau, Tuhan, karena ajaib setiap perbuatan tangan-Mu dalam segala keadaan hidupku. Amin.”