Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Selamatkan Pernikahan Anda

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Matius  19:6

Seorang Ibu suatu hari curhat kepada saya melalui telepon pelayanan doa, “Pak, aku mau cerai. Suamiku pengangguran. Selama ini aku yang kerja untuk hidup keluargaku. Tiap kali dibilangin dia cuek, gak punya tanggung jawab kepada keluarga. Capek saya Pak.” Setelah terjadi dialog beberapa saat, kemudian (mungkin tanpa sadar) ia cerita,” Aku ketemu mantanku Pak. Dia juga gak cocok sama istrinya. Katanya mau cerai dan pingin balik ke aku.” Tentu saja saya langsung mengerti persoalannya.

The Christian Home

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. (Kolose 3:18,19)

Keluarga bahagia dan sejahtera mulai di sana, dimana ditemukan ketaatan dan kasih, isteri kepada suami dan suami terhadap isteri. Ketika kita mengharapkan kedua hal itu dari anak-anak kita (Kol.3:20) maupun hamba-hamba kita (Kol.3:22), tuntutan awal dari suatu keluarga bahagia adalah sifat kepatuhan dan kasih yang nampak serta diterapkan dalam hubungan antara anggota-anggota rumah tangga, teristimewa pasangan suami isteri (pasutri).

Sebab Kita Kerabat

Maka berkatalah Abram kepada Lot:“Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.” Kejadian 13:8

Seringkali kita mendengar mengenai retaknya hubungan keluarga hanya karena sesuatu yang sepele. Ada kakak dan adik yang akhirnya tidak lagi saling tegur sapa hanya karena persoalan pembagian warisan orang tua, atau dua orang sahabat yang kemudian bermusuhan karena salah satu pihak merasa dirugikan dalam kerjasama bisnis mereka. Bahkan tidak jarang pihak-pihak yang berselisih membawa masalah mereka sampai ke pengadilan.

Mengiring Yesus

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." Lukas 9:23

YESUS bersabda: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."(Luk 9:23) Dari ayat ini kita tahu bahwa mengikut Yesus itu ada sebuah harga yang harus dibayar. Pertama menyangkal diri, kedua memikul salib, ketiga baru mengikut Yesus. Ketiga hal ini harus dilakukan setiap hari. Bukan setiap minggu, setiap Paskah, setiap Natal, setiap KKR, tapi setiap hari.

Manis Untuk Dikenang

Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. 1 Tes 5:9-11

Yonadab bin Rekhab adalah seorang yang tidak terlalu terkenal. Ia pernah menjadi partner kerja dari seorang raja baru yang bernama Yehu. Yehu adalah raja Israel yang awalnya begitu berapi-api, giat dalam pekerjaan Tuhan dan ingin memperlihatkan semangatnya dalam pelayanan (2 Raj 10:15,16). Namun jika kita membaca kisah yang terjadi di hari-hari kemudian, ada perbedaan yang tajam pada nasib keturunan mereka masing-masing. Keturunan raja Yehu memerintah kerajaan Israel hanya sampai di keturunan keempat (2 Raj 10:30), bahkan keturunannya yang keempat terbunuh dalam sebuah serangan kudeta (2 Raj 15:8-12). Sedangkan keturunan Yonadab dipilih Tuhan menjadi pelayan dalam rumah Tuhan sepanjang masa (Yer 35:19).

Salah Mengerti

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. (2 Korintus 5:14-15)

Kita mudah di salah mengerti oleh orang lain. Saya dan istri saya kadang-kadang tertawa mengingat kesan pertama saat kami masih mengajar di sebuah sekolah swasta. Saya menganggap sifat ’pendiam’ istri saya sebagai sikap yang ’sombong’. Sedangkan ia menganggap sifat ’mudah bergaul’ saya sebagai sikap yang ’urakan’. Yah, saya kira kami sudah membereskan masalah itu sebelum kami memasuki pernikahan. Walaupun demikian, saya merasa masih belum berhasil mengkomunikasikan hal itu kepadanya dengan baik. Sebab, sesekali saya masih salah mengerti dengan sikapnya demikian juga sebaliknya.

Iman Yang Menyelamatkan Keluarga

Ibrani  11:7 Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Saya pernah berkenalan dengan sepasang suami istri yang membawa anaknya untuk didoakan. Masih bayi kira-kira baru berumur 4-5 bulan. Kondisi bayi mereka sangat memilukan hati. Bayi cantik berkulit putih itu hampir 40% tubuhnya tumbuh daging seperti borok. Bahkan matanya menjadi buta karena borok itu pun tumbuh di mata. Seorang rekan hamba Tuhan Senior memberitahukan saya, sesuai pengakuan mereka, itu akibat sang ayah pernah pergi ke Gunung Kawi dan menjadikan anaknya tumbal bagi kesuksesan bisnis mereka.  Sekarang mereka bertobat dengan penyesalan yang dalam.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)