Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

The Seven Together

…, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, … . (Kolose 3:1)

Dikisahkan tentang seorang narapidana yang dipenjarakan untuk banyak tahun. Pada akhirnya ia menerima remisi dari raja. Ketika datang waktunya untuk dilepaskan, dengan keberanian ia berjalan ke arah gerbang penjara dan berucap dengan keyakinan, “Aku dan Raja berkata, engkau harus membuka pintu-pintu dan membebaskanku!” Ia kemudian mengeluarkan berkas surat yang ditandatangani oleh penguasa. Identifikasinya dengan raja menggaransi kebebasannya.

Sempurna Menjadi Satu

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yohanes 17:23)

Ayat di atas adalah doa Yesus bagi murid-muridNya yang dinaikkan kepada Bapa di dalam sorga sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. Ini adalah sebuah doa yang berkuasa dan seharusnya menjadi dasar bagi persatuan dan kesatuan di antara sesama anak Tuhan, dalam kehidupan berjemaat dan bergereja sebagai bagian dari Ekklesia. Persatuan dan kesatuan jemaat harus mengikuti pola kesatuan antara Allah Bapa dan Yesus Kristus.

Nantikan Dimenangkan …?!?

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2 Korintus 6:14)

Alasan klasik yang senantiasa coba dilontarkan oleh mereka yang hendak menikahi pasangannya yang bukan orang percaya biasanya begini: “Biar saja dia belum bertobat sungguh-sungguh yang penting kan mau dibaptis. Nanti pasti lama-lama juga bertobat dan mau ke gereja.” Atau malah ada yang lebih ekstrim berkata: “Gak apa-apa sekarang nikah catatan sipil dulu nanti setelah dia bertobat baru kami menemui pendeta.” Begitulah manusia.

Kegagalan Bukanlah Akhir Segalanya

Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; (Ibrani 12:5)

Musa dulunya adalah seorang pembunuh yang diliputi rasa takut dan tidak percaya. Ketika Tuhan memanggilnya untuk membawa Israel keluar dari Mesir, ia menolak dengan berbagai alasan yang membuat Tuhan sempat murka kepadanya (Kel. 4:10,13). Seumur hidupnya, Musa rindu memasuki Tanah Perjanjian, tapi kegagalan-kegagalan menghalanginya. Apakah saudara juga menganggap Musa seorang yang gagal? Perhatikanlah bagaimana Allah membandingkan kesetiaan Musa dengan kesetiaan Kristus (Ibr. 3:1-2). Kegagalan-kegagalannya tidak membuat Musa berada di luar daftar para umat pemenang Tuhan.

Senjata Kemenangan

Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. (2 Korintus 10:4)

Tugas yang diberikan kepada Daud adalah membawakan makanan untuk kakak-kakak laki-lakinya di tengah-tengah suatu pertempuran dengan orang Filistin (1 Sam. 17). Tetapi kemudian Daud mendapati dirinya ada dalam sebuah peperangan… bukan antara dua pasukan, melainkan antara dua orang; Saul dan Goliat. Goliat sedang mengutuki, sementara Saul sedang gemetar ketakutan.

Kristus adalah Perekat

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. (Matius 18:20)

Tidak ada yang senang dengan pertengkaran. Kita semua pasti lebih suka dengan suasana damai penuh keakraban. Tetapi apa mau dikata, beda kepentingan, beda persepsi, beda tujuan dan ego sering menjadikan kita bertengkar sesama orang percaya tak terkecuali juga dalam pelayanan. Luar biasanya hampir semua pertengkaran berakhir dengan indah. Saya katakan hampir semua karena memang ada beberapa kasus kadang makan waktu lama baru selesai.

Kuasa Dalam Persatuan

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (I Korintus 1: 10)

Kesatuan hati adalah sebuah kekuatan yang harus dimiliki oleh setiap keluarga, sebuah komunitas, sebuah organisasi, juga dalam kehidupan berjemaat dan bergereja. Ketika Rasul Paulus berbicara mengenai hal tersebut, ia melihat adanya sebuah bahaya perpecahan dalam jemaat Korintus karena adanya keberpihakan kepada beberapa pemimpin gereja pada waktu itu, sehingga terjadi beberapa golongan dalam jemaat.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)