Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Penghambat Utama

Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Yesaya 59:2

Pernah saya terjebak kemacetan di jalan arteri yang menghubungkan Cakung dan Cilincing. Kendaraan saya berhenti di belakang truk container sehingga sukar melihat ke depan. Hampir 1 jam truk container di depan saya tidak kunjung bergerak. Saya berpikir, “Oh.. macet luar biasa ini!” Penasaran saya turun dari mobil dan berjalan ke depan truk container tersebut. Saya kaget bercampur marah sebab ternyata jalan di depan truk container tersebut telah lenggang dan sang supir truk tertidur dengan manisnya. Entah sudah berapa menit saya terhambat hanya karena supir yang tertidur. Sungguh menjengkelkan!

Penuhi Panggilanmu

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu.” 2 Tim 4: 5

Ayat di atas merupakan sebuah nasehat yang dari seorang bapak rohani kepada anak rohaninya, yaitu dari Rasul Paulus kepada Timotius yang masih muda. Tentu banyak sekali nasehat-nasehat yang diberikan oleh Paulus sebagaimana yang dapat kita temukan dalam perikop tersebut, yang sangat berguna bagi Timotius untuk memenuhi panggilan pelayanannya dalam memberitakan Injil Kristus.

Jangan Bersandar Pada Pengertian Sendiri

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5

Suatu hari, ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya. Lukisannya sangat bagus dan akan diperlihatkan pada saat pernikahan Putri Diana. Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya dan memandangi lukisannya yang berukuran 2x8 m dengan kagum. Sambil memandangi lukisan tersebut tanpa disadari, ia telah berjalan mundur dan tidak melihat ke belakang. Dia terus berjalan mundur hingga di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali. Tinggal satu langkah lagi dia akan terjatuh dan mengakhiri hidupnya.

Benih-benih Dan Buah

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7)

Suatu fable (dongeng perumpamaan) tentang seorang laki-laki yang tengah melihat-lihat di sana-sini dalam sebuah store, membuat penemuan yang mengejutkan bahwa Allah sedang berdiri di belakang sebuah counter penjualan. Begitulah laki-laki ini berjalan menghampiri dan bertanya, “Apa yang Engkau jual?” Allah balas bertanya, “Apa yang hatimu inginkan?” Laki-laki itu berkata, “Aku ingin kebahagiaan, damai sejahtera dalam pikiran, dan kebebasan dari rasa takut … untukku dan seluruh dunia.” Allah tersenyum dan menyahut, “AKU tidak menjual buah di sini. Hanya benih-benih.”

Berani Masuk Gereja?

Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 2 Korintus 6:2b

Pak Lim itu managerku, ia suka berbagi cerita jika mengalami suatu kejadian seru. Satu kali ia tiba di suatu daerah pedalaman, ternyata disitu tidak ada hotel atau penginapan semacamnya, jadi menumpanglah ia di masjid dan bermalam disitu. “Aku beranikan?” katanya. “Bayangkan dengan wajahku yang Chinese banget berada seorang diri di antara penduduk kampung yang tidak kukenal, bisa-bisa aku dirampok atau jadi sasaran empuk untuk dikerjain. Tapi aku coba tunjukkan diri setenang mungkin. Cukup beranikan aku?" katanya sambil menepuk dan membusungkan dada. “Oh..ya..ya.. berani. Betul betul berani. Hebat bapak," kataku. "Tapi apa bapak berani juga masuk gereja?" tantangku. "Hoo..ho… Siapa takut!" jawabnya. "Ok, kalo bapak berani, minggu pagi saya jemput, kita ke gereja bersama ya." Lanjutku.

Saudara Kita Tertimbun Disana

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya? (Roma 10:14)

Saya teringat akan kejadian gempa beberapa tahun yang lalu di wilayah Jawa Barat. Pasca gempa, saya dan beberapa rekan hamba Tuhan sempat mendatangi lokasi gempa khususnya di daerah Cianjur Selatan untuk memberikan bantuan. Kami melihat suasana yang sangat memprihatinkan disana. Yang sangat menarik perhatian saya adalah cerita dari masyarakat setempat tentang bapak yang bernama Kosasih. Istri beserta keempat putra-putrinya, semua tertimbun tanah longsor tanpa sempat diselamatkan. Dan menurut cerita, sampai saat ini jenasah mereka masih tertimbun dan belum ditemukan. Memang lokasinya sulit dijangkau dan alat-alat berat tidak bisa masuk kesana.

Hidup yang berkenan di hadapan Tuhan

Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan. Amsal 6:23

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, "Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?!" Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, "Tidak nak..." Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi, "Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?!" Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya, "Oh ayah.. Bagaimana kalo 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?" Ayahnya tertawa, "Mungkin tak bisa juga nak..." "OK ayah, ini pertanyaan terakhir, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?" Akhirnya ayahnya mengangguk, "Kemungkinan besar, bisa nak.. Karena kasih TUHAN dan kemauan kitalah yang akan memampukan kita untuk hidup benar!!" Anak ini tersenyum lega." Jika demikian, aku akan menjaga perasaanku dan hidup benar dari jam ke jam ayah. Lebih Mudah MenJalaninya." sahut anak dengan gembira.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)